WASIAT RASULULLAH:
"Sepeninggalan aku telah wafat kelak, akan muncul sebuah negeri di bawah angin, SAMUDERA namanya. Apabila terdengar kamu nama negeri itu, maka suruhlah sebuah bahtera untuk membawa perkakas dan alat kerajaan ke negeri itu serta ajarkan kepada mereka dua kalimah syahadah. Kerana dalam negeri itu kelak, ramai dari kalangan mereka yang akan menjadi wakil-wakil Allah. Tetapi, dalam pemergian kamu ke negeri itu, kamu hendaklah singgah mengambil seorang fakir di negeri Menggiri, bawalah fakir itu bersama-sama"
-sulalatus salatin-
-sulalatus salatin-
Diantara hadits-hadits itu adalah :
1. Sabda
Rasulullah saw,”Al Mahdi berasal dari umatku, yang akan diishlah oleh Allah
dalam satu malam.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah dan telah dishahihkan oleh Al
Banni didalam kitab “ash Shahihah”)
2. Sabda
Rasulullah saw,”Pada akhir zaman akan muncul seorang khalifah yang berasal dari
umatku, yang akan melimpahkan harta kekayaan selimpah-limpahnya. Dan ia sama
sekali tidak akan menghitung-hitungnya.” (HR. Muslim, Ahmad)
Lajnah ad Daimah Li al Buhuts al Ilmiyah wa al Ifta’ didalam
fatwanya no 2844 menyebutkan :
“Hadits-hadits yang menyebutkan tentang kemunculan al Mahdi
amatlah banyak yang berasal dari berbagai jalan dan telah diriwayatkan oleh
para imam hadits. Kelompk ahli ilmu telah menyebutkan bahwa hadits-hadits itu
mutawatir secara maknawi, diantara mereka adalah Abul Hasan al Aajiri, al
Alamah as Safarini didalam bukunya “Lawami’ al Anwar al Bahiyah” dan al ‘Alamah
asy Syaukani didalam risalahnya yang dinamakan “at Taudhih fii Tawaatur Ahadits
al Mahdiy wa ad Dajal wa al Masih” serta berbagai ciri-ciri yang telah masyhur
disebutkan diberbagai hadits diantaranya,”Bahwa (dia) akan memenuhi bumi dengan
keadilan dan kemakmuran setelah (bumi) dipenuhi oleh kezaliman dan
kesemena-menaan.”.
Tidak diperbolehkan bagi seorang pun yang meyakini bahwa
fulan bin fulan adalah al Mahdi hingga telah terkumpulnya berbagai ciri-cirinya
seperti yang telah dijelaskan oleh Nabi saw didalam berbagai hadits shahih dan
yang paling penting adalah,” (dia) akan memenuhi bumi dengan keadilan dan
kemakmuran…” (al Hadits)”—(Lajnah ad Daimah juz IV hal 355)
Berikut beberapa hal yang tekait dengan kemunculan al Mahdi
sebagaimana dijelaskan oleh beberapa riwayat hadits Rasulullah saw :
Ciri-ciri fizikal al Mahdi :
Didalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Said al
Khudriy mengatakan,”Aku mendengar Rasulullah saw bersabda,’al Mahdi berasal
dari umatku, berkening lebar dan berhidung mancung…” (HR. Ahmad, Abu Daud dan
Hakim. Hadits ini telah dihasankan oleh Al Banni didalam kitab “Takhrijul
Misykat”)
Tanda-tanda akan kemunculan al Mahdi, diantaranya :
1. Keringnya
sungai eufrat.
Didalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Muslim bahwa
gunung emas akan muncul dari kekeringan (terbukanya) sungai eufrat maka manusia
akan saling berbunuh-bunuhan di atasnya, dan akan terbunuhlah pada tiap-tiap
seratus sebanyak sembilan puluh sembilan.”
Maka peristiwa ini terjadi pada saat kemunculan al Mahdi
sebagaimana yang dikatakan al Hafizh Ibnu Hajar,”Dan barangkali ini merupakan
penyebabnya mengapa Imam Bukhori memasukkan hadits ini dalam kitabnya pada bab
Khurujun Naar (keluarnya api).”
2. Munculnya
Bintang Berekor
Al Barzanji menyebutkan bahwa diantara tanda yang paling
dekat sekali dengan kemunculan al Mahdi adalah terbitnya bintang berekor yang
bercahaya. Dalam sebuah riwayat yang shahih—sebagaimana yang disebutkan oleh
Ibnu Katsir dalam tafsirnya dari Ibnu Abbas—bahwa Ibnu Jarir meriwayatkan dari
Abdullah bin Abu Malikah dimana ia berkata,”Pada suatu pagi saya pergi kepada
Ibnu Abbas. Lalu ia berkata,’Semalam aku tidak bisa tidur sampai pagi.’ Aku
bertanya,’Apakah sebabnya?’ Beliau menjawab,’Karena orang-orang berkata bahwa
bintang berekor telah terbit karenanya aku merasa cemas akan kedatangan asap
yang sudah mengetuk pintu, hingga aku tidak dapat tidur sampai pagi.” (Umur
Umat Islam hal 269 – 271)
Tempat kemunculannya :
Pada dasarnya tidak ada riwayat shahih yang secara tegas
menunjukkan tentang bila dan dimana al Mahdi akan muncul. Ada tiga pendapat
tentang tempat kemunculannya :
1. Al Mahdi
akan keluar dari arah timur sebagaimana diterangkan oleh Ibnu Katsir dalam
kitabnya yang berjudul “al Fitan Wa al Malahim”.
2. Al Mahdi
akan keluar dari arah barat atau maghrib, ini pendapat Imam al Qurthubi.
3. Al Mahdi
berasal dari penduduk Madinah yang kemudian melarikan diri ke Mekah. Akan
tetapi didalam sanad hadits yang menerangkan hal ini terdapat perawi yang
dikatakan mempunyai cacat. (Umur Umat Islam hal 71 – 72)
Pembaiatannya :
Adapun tentang pembaiatannya maka telah diterangkan oleh
berbagai hadits baik yang secara impilisit maupun eksplisit menunjukkan hal
itu, diantaranya adalah :
1. Sabda
Rasulullah saw,”Seorang laki-laki akan datang ke Baitullah (ka’bah) maka
diutuslah seorang utusan (oleh penguasa) untuk mengejarnya. Dan ketika mereka
telah sampai di suatu padang pasir maka mereka terbenam ditelan bumi.” (HR.
Muslim) –al Qurthubi didalam kitab “at Tadzkiroh” mengatakan bahwa tanda-tanda
kemunculannya (al Mahdi) adalah tentara yang dibenamkan itu adalah tentara yang
keluar menuju Mekah untuk memerangi al Mahdi.”
2. Sabda
Rasulullah saw,”Akan dibaiat seorang laki-laki antara maqam Ibrahim dengan
sudut kab’bah.” (HR. ahmad)
Kemudian jika anda meminta informasi tentang sudah datangnya
Imam Mahdi dan telah dibaiat maka hanya Allah saja yang mengetahuinya.
Kemunculan imam Mahdi adalah pembatas antara tanda-tanda kecil dan tanda-tanda
besar dari kiamat. Pada umumnya tanda-tanda kecil itu sudah terjadi; seperti
diutusnya Nabi Muhammad saw, terbelahnya bulan, orang-orang bodoh menjadi
pemimpin, menyia-nyiakan amanat, penghalalan dan pelegalisasian zina,
penghalalan sutera dan minuman keras dan lainnya.
Sementara tanda-tanda besar hingga hari ini belumlah
terlihat—wallahu a’lam—seperti : kemunculan dajjal, turunnya Nabi Isa as,
keluarnya Ya’juj dan Ma’juj, terbitnya matahari dari tempat terbenam, keluarnya
binatang bumi dan lainnya.
Kerana kemunculan al Mahdi adalah antara tanda-tanda
kecil dan besar itu maka sejak zaman raja-raja islam banyak orang yang
memberikan sebutan al Mahdi kepada orang-orang tertentu diantara mereka karena
setiap mereka menyangka bahwa akhir zaman adalah zaman mereka.
Diantara kaum muslimin ada yang mengatakan bahwa al Mahdi
adalah Umar bin Abdul Aziz sebab Berjaya didalam memegang kekhilafahan dan menciptakan
masyarakat yang adil dan makmur. Atau pada masa Daulah Fathimiyah yang
menegakkan daulahnya pertama kali di sebelah barat (Maghrib) yang kemudian
dialihkan ke Mesir dan mengalami perluasannya di sana. Ada yang mengatakan
bahwa al Mahdi adalah pemimpin revolusi Sudan, atau apakah mungkin Sufi
Muhammad pemeran utama dalam penegakan hukum islam di Lembah Swat adalah al
Mahdi yang ditunggu maka kita tidak dapat memastikan kebenaran itu semua
sebelum dibuktikan oleh ciri-ciri maupun tanda-tanda tentang kemunculannya
sebagaimana diterangkan oleh hadits-hadits yang telah disebutkan diatas.
Walahu A’lam
Rasulullah SAW telah bersabda:
"Akan berperang tiga orang di sisi perbendaharaanmu. Mereka semua adalah putera khalifah. Tetapi tidak seorang pun diantara mereka berhasil menguasainya. Kemudian muncullah bendera-bendera hitam dari arah Timur, lantas mereka membunuh kamu dengan suatu pembunuhan yang belum pernah dialami oleh kaum sebelummu "Kemudian beliau Shallallahualaihi wa sallam menyebutkan sesuatu yang aku tidak hafal, lalu bersabda,"Maka jika kamu melihatnya, berbai'atlah walaupun dengan merangkak di alas salju, kerana dia adalah khalifah Allah Al-Mahdi."
Me Rong - Naga Laut, Maha - Pembesar-, Wang Ser -puak tentera (bangsa harimau).
Bendera ini dijumpai dalam website Maharaja China semenjak tahun 1996 lagi. Sekarang bendera ini muncul semula tanpa kalimah diatas.Nampak gayanya ada pihak yang belum berpuas hati dan masih cuba menggelapkan sejarah bangsa Melayu dari rumpun Siam ini dengan membuang kalimah tersebut.
Sangat bagus jika diamalkan kerana ada keberkatannya.
1) Berjimak pada malam Isnin.
Jika Allah mengurniakan anak ia akan menjadi seorang yang berpegang teguh dengan kitab Allah dan redha terhadap segala pembahagian allah s. w. t
2) Pada malam Selasa.
Jika Allah mengurniakan anak ia akan mendapat nikmat mati syahid sesudah syahadah, dan Allah tidak akan azabkanya (turun bala) kepadanya bersama-sama orang musyrikin.
Mulutnya berbau harum, yang akan melembutkan hati orang, bersih lidahnya daripada mengumpat, berdusta dan mengadu domba.
3) Pada malam Khamis.
Jika Allah mengurniakan anak ia akan menjadi seorang yg bijaksana dikalangan yang bijaksana atau orang alim dikalangan orang alim.
4) Sewaktu matahari ditengah langit.
Jika Allah mengurniakan anak yang tidak dihampiri oleh syaitan sehingga ia tua dan menjadi seorang yang faqih. Serta Allah s. w. t rezekikan kepadanya keselamatan agama dan dunia.
5) Pada malam Jumaat.
Jika Allah mengurniakan anak ia akan menjadi seorang pemidato yang berwibawa dan petah.
6) Hari Jumaat selepas asar.
Jika Allah mengurniakan anak ia akan menjadi seorang anak yang terkenal, masyhur dan alim.
7) Malam Jummat selepas Isyak yang akhir.
Jika Allah mengurniakan anak ia diharapkan menjadi seorang yang terkemuka.
8) Bacalah doa berlindung dari syaitan.
Jika Allah kurniakan anak tidak dimudaratkan oleh syaitan terhadapnya selama-
1) Berjimak pada malam Isnin.
Jika Allah mengurniakan anak ia akan menjadi seorang yang berpegang teguh dengan kitab Allah dan redha terhadap segala pembahagian allah s. w. t
2) Pada malam Selasa.
Jika Allah mengurniakan anak ia akan mendapat nikmat mati syahid sesudah syahadah, dan Allah tidak akan azabkanya (turun bala) kepadanya bersama-sama orang musyrikin.
Mulutnya berbau harum, yang akan melembutkan hati orang, bersih lidahnya daripada mengumpat, berdusta dan mengadu domba.
3) Pada malam Khamis.
Jika Allah mengurniakan anak ia akan menjadi seorang yg bijaksana dikalangan yang bijaksana atau orang alim dikalangan orang alim.
4) Sewaktu matahari ditengah langit.
Jika Allah mengurniakan anak yang tidak dihampiri oleh syaitan sehingga ia tua dan menjadi seorang yang faqih. Serta Allah s. w. t rezekikan kepadanya keselamatan agama dan dunia.
5) Pada malam Jumaat.
Jika Allah mengurniakan anak ia akan menjadi seorang pemidato yang berwibawa dan petah.
6) Hari Jumaat selepas asar.
Jika Allah mengurniakan anak ia akan menjadi seorang anak yang terkenal, masyhur dan alim.
7) Malam Jummat selepas Isyak yang akhir.
Jika Allah mengurniakan anak ia diharapkan menjadi seorang yang terkemuka.
8) Bacalah doa berlindung dari syaitan.
Jika Allah kurniakan anak tidak dimudaratkan oleh syaitan terhadapnya selama-
Assalamualaikum semua para hadirin sekelian...
salam peringatan dari saya berkenaan tasik galilee,
sebuah tasik yang dikelilingi darat sedang pun kering dengan derasnya...
Nama lain bagi tasik ini ialah:
- Lake of Gennesaret
- Lake Kinneret
- Sea of Tiberias
Ada satu hadis Sahih yang saya sengaja tiada tunjukkan di sini,
memberitahu saya dan anda semua,
bahawa...
bila keringnya tasik ini,
maka tunggulah kamu akan turunnya Al-Masih Isa,
itulah saatnya dan perhatikanlah tasik ini,
sebagai antara sempadan begitu hampirnya tanda-tanda besar...
Carilah hadis sahih ini sampai dapat,
dan bila anda tahu dan menjumpai hadis ini,
di ketika anda tahu itu,
anda pasti dalam ketakutan yang amat sangat,
menjadi kerisauan saya sekarang ialah,
tasik ini sudah pun kering dengan derasnya setiap hari turun beberapa milimeter sejak tahun 2000 masihi lagi,
dan 9 tahun telah pun berlalu...
Saudara serumpun ku...
anda semua harus beringat,
bila tasik ini kering,
maka itulah saat di mana Nabi Isa akan turun ke planet bumi,
membantu imam mahdi,
memburu dajjal ke seluruh pelusuk bumi...
dan aku ingatkan lagi,
hadis ini amatlah sahih,
sedangkan tiada seorang pun ulama di tanah Melayu berani membongkar hadis sahih ini,
dengan kata lain,
mereka tahu tapi mereka kekurangan berani,
kerana hakikat itu jelas,
tasik galilee sedang kering dengan lajunya,
dan mengikut kajian sains,
tasik ini akan kering dalam tempoh masa 50 tahun sahaja dan menemui dasarnya,
dan ketika itulah Nabi Isa turun...

dan anda semua kena faham,
sebelum Nabi Isa turun dalam tempoh 50 tahun akan datang (plus-minus),
sudah pastilah proses2 untuk menjadi ASBAB perlunya baginda turun,
ASBAB itu mestilah terjadi,
ini bermakna wahai tuan2...
Proses ini "sepatutnya" sudah berlaku:
- tasik galilee sedang mengering dengan derasnya setiap hari...
- ini bermakna sistem dajal akan mencapai kemuncaknya (yang membolehkan dajal muncul dengan sempurna)
- bila dajjal akan keluar itu kita tak pasti, namun semua tanda kecil & fitnah yang membolehkan dia keluar itu sudah pun wujud di sekeliling kita
- anda kena faham, banyak hadis sahih mengatakan pemuda hensem dari timur itu dilantik menjadi imam mahdi adalah dalam sekitar umurnya mencecah 40 tahun....
- dan ini bermakna, adalah amat saya yakini, bahawasanya, pemimpin hensem dari timur itu sudah pun berada di kalangan kita,
samada baginda di saat ini baru dilahirkan? atau masih kanak-kanak? atau sedang belajar di sekolah menengah, atau pun sedang dalam alam remaja, kita tak pasti...
-ingatlah, saya menyampaikan mesej ini di dalam forum ini melainkan untuk mengajak kamu semua langsaikan hutang secepat mungkin sebelum nibiru melintasi orbit kita, kerana atas sebab lintasan itulah, maka gerhana matahari & gerhana bulan akan berlaku serentak, dan kamu wahai orang muslim, tentu di saat itu sedar, bahawa di masa 2-3 tahun lepas, ada manusia pernah memberitahu anda tentang ahal ini, namun anda mungkin terlambar di saat itu...
-dan kerana itulah saya hadir untuk menyelamatkan ramai traders dan ramai dari mereka dapat kaut untung yang banyak dan dapat langsaikan hutang dunia sebelum saat itu tiba...
Ingatlah saudara-saudaraku...
Mereka bertiga akan muncul selang silih sahaja,
dan mereka bertiga berkongsi gelaran yang sama,
mereka bertiga adalah manusia belaka, dua daripada mereka mendapat rahmat berupa umur yang panjang,
sedangkan seorang dari mereka bertiga berumur pendek tapi dapat meminpin dunia.
Ketahuilah mereka bertiga ialah:
- Al Masih Imam Mahdi
- Al Masih Dajjal
- Al Masih Isa
Ingatlah kawan-kawan...
sekiranya umur anda adalah sekitar 20 han 30 han (pada hari ini),
percayalah,
dalam tempoh 50 tahun ini sahaja,
semua tanda2 untuk munculnya tanda-tanda besar,
pasti 100% muncul di zaman anda,
samada anda ditakdirkan untuk mati sebelum peristiwa itu muncul,
atau anak-anak anda yang bakal berhadapan dengan ujian itu,
ketahuilah,
tasik galilee sudah pun mulai mengering sejak tahun 2000 masihi lagi,
dan proses pengeringan ini amat dasyat sehingga yahudi-yahudi di Israel meminta bantuan dunia untuk menaikkan kembali aras tasik galilee ini,
dan sembilan tahun sudah pun berlalu,
ada baki lagi 41 tahun (kurang-lebih) sebelum turunnya Nabi Isa ke planet bumi,
dan anda harus ingat...!!!

Sekali lagi saya ingatkan,
bila Nibiru melalui nanti (diteorikan),
Dua gerhana planet akan berlaku (diselidiki),
iaitu bulan dan matahari (dari pandangan mata di permukaan bumi),
dan...
(teori-teori gerhana pada tahun 80 han "akan bergabung" teori gerhana tahun 2012),
dan sekiranya teori ini benar-benar berlaku,
maka sahlah dan lengkaplah semua tanda-tanda kecil,
dan kehadiran tanda-tanda besar pasti berlaku tanpa keraguan.
KAJIAN SAINS:
Setelah membuat penelitian...
sekiranya kehadiran planet besar ini dan melintas di antara orbit bumi & matahari,
gelombang-gelombang pancaran akan keluar,
dan menjahanamkan semua sistem-sistem dunia yang menggunakan elektronik atau pancaran api,
dan ini bermakna,
semua apa sahaja jentera langit dan bumi,
asalkan yang mempunyai saluran elektrik,
akan dengan sendirinya tidak berfungsi,
satelit, jet pejuang, kapal laut enjin fuel system, kereta api, motorsikal, kereta kebal, tenaga elektrik, handphone, playstation tidak akan langsung berfungsi lagi,
dan anda akan kembali ke zaman sebelum tibanya elektrik.
Ini pesanan saya lagi...
" tiada satu hadis pun menerangkan yang manusia akhir zaman berperang dengan alat-alat yang selain pernah nabi sendiri pakai "
sekiranya kajian saya di atas,
maka sahla,
apa sahaja teknologi moden hari ini,
persenjataan tercanggih,
akan menjadi tidak aktif dan collapse...
maka hidup anda pada selepas peristiwa besar ini berlaku,
adalah satu kehidupan di mana anda bakal hidup di zaman sebelum hadirnya elektrik,
manusia akan kembali kepada fitrah semula,
dan mana-mana manusia yang tinggal di bandar,
adalah manusia yang paling rugi di kala itu,
kerana...
bandar yang duduki itu sedang tenggelam,
kerana itulah kita kena bina perkampungan Muslim,
seperti banyak yang ada di tanah Melayu...
Kepada semua angkatan Teknik Keris,
sekadar pesanan, gunakan duit untung perniagaan untuk:
-melangsaikan hutang dunia
-membeli tanah di pedalaman
-menguasai sungai-sungai dan pinggiran gunung
-membeli kuda seorang dua atau tiga ekor
-mengasah pedang dan mencanai keris
-menguasai kembali teknik pancutan iaitu MEMANAH
-dan kembali mengajar anak-anak kamu semua berenang
Pendek kata macam Allah firmankan: " BUATLAH PERSEDIAAN SEKUASA-KUASA BAGI KAMU DALAM SEGALA KEKUATAN BAGI MENENTANG MUSUH-MUSUH ALLAH DAN JUGA MUSUH-MUSUH KAMU..." (surah al-anfal: Al-Quran)
Ketahuilah,
kita ada tak sampai 41 tahun ja lagi sebelum tasik galilee kering sepenuhnya,
kita ada hanya purata 41 tahun ja lagi sebelum turunnya Nabi Isa ke planet Bumi ini,
dan anda kena faham lagi sekali,
sebelum Nabi Isa itu turun,
sudah pastilah Imam Mahdi itu sudah pun ada di keliling kita,
dan sudah pastilah peperangan besar pasti terjadi,
dan sudah semestinya lah akibat perang itu,
dengan sebab sistem yang lengkap di keliling kita,
menyebabkan Dajjal itu pasti juga akan keluar,
Wahai sahabat-sahabatku sekelian...
dajjal akan muncul dulu sebelum turunnya Nabi isa,
dan Imam Mahdi akan muncul dulu sebelum Dajjal keluar dari Khurasan,
sekali lagi saya ingatkan,
anda hanya ada 41 tahun lebih sahaja sebelum satu tanda besar pertama keluar,
bila satu tanda besar keluar,
maka lengkaplah semua tanda-tanda kecil,
bila satu tanda besar keluar,
akan datang tanda-tanda besar seterusnya tanpa ragu-ragu...
Dan ingatlah wahai Muslimin samada MELAYU, CINA ATAU INDIA...
doa Nabi Ibrahim makbul sehingga akhir zaman,
dari susurgalur bagindalah berakhirnya Rasul terakhir Nabi Muhammad,
dari susurgalur Nabi Muhammadlah,
akan munculnya pemuda hensem bernama Muhammad Bin Abdullah (di zaman kita "mungkin"),
yang mana dia sendiri tak tahu dia adalah bakal Imam Mahdi,
percayalah,
di dalam darahnya ada kombinasi DNA Nabi Ibrahim & DNA Nabi Muhammad,
kerana mereka berdua dari keturunan yang sama,
sedangkan Mahdi adalah waris dari keturunan yang tak pernah meninggalkan Solat,
carilah balik doa Nabi Ibrahim itu, (ada dalam Alquran)
dan kerana itulah,
Solat Lima Waktu di tahiyat akhir,
akan selalu kita bacakan nama dua orang Nabi itu.
Pesanan Terakhir,
langsaikan hutang secepat mungkin,
tinggalkan bandar kalau anda sudah ada tanah baru di pedalaman,
yang menetap dibandar pertahankanlah bandar tersebut semampu yang boleh,
kumpulkan kain-kain yang tahan lama,
ternak dan gembala kambing,
ajar anak anak menunggang kuda,
simpan cermin mata anda sebaik mungkin,
banyakkan mencetak sebelum tibanya hari tiada elektrik,
banyakkan menulis dan berpesan pada jiran sebelah,
latihkan anak-anak Melayu kita dengan kemahiran memanah,
banyakkan berenang di waktu petang,
minta maaf pada saudara-saudara dekat dan saudara-saudara jauh,
kita kena cepat mintak maaf (kerana apa pun boleh jadi bila Dajal menguasai hari)
Kalau perlu,
sila sebarkan nasihat di atas kepada semua Muslimin yang pandai berbahasa Melayu.
salam peringatan dari saya berkenaan tasik galilee,
sebuah tasik yang dikelilingi darat sedang pun kering dengan derasnya...
Nama lain bagi tasik ini ialah:
- Lake of Gennesaret
- Lake Kinneret
- Sea of Tiberias
Ada satu hadis Sahih yang saya sengaja tiada tunjukkan di sini,
memberitahu saya dan anda semua,
bahawa...
bila keringnya tasik ini,
maka tunggulah kamu akan turunnya Al-Masih Isa,
itulah saatnya dan perhatikanlah tasik ini,
sebagai antara sempadan begitu hampirnya tanda-tanda besar...
Carilah hadis sahih ini sampai dapat,
dan bila anda tahu dan menjumpai hadis ini,
di ketika anda tahu itu,
anda pasti dalam ketakutan yang amat sangat,
menjadi kerisauan saya sekarang ialah,
tasik ini sudah pun kering dengan derasnya setiap hari turun beberapa milimeter sejak tahun 2000 masihi lagi,
dan 9 tahun telah pun berlalu...
Saudara serumpun ku...
anda semua harus beringat,
bila tasik ini kering,
maka itulah saat di mana Nabi Isa akan turun ke planet bumi,
membantu imam mahdi,
memburu dajjal ke seluruh pelusuk bumi...
dan aku ingatkan lagi,
hadis ini amatlah sahih,
sedangkan tiada seorang pun ulama di tanah Melayu berani membongkar hadis sahih ini,
dengan kata lain,
mereka tahu tapi mereka kekurangan berani,
kerana hakikat itu jelas,
tasik galilee sedang kering dengan lajunya,
dan mengikut kajian sains,
tasik ini akan kering dalam tempoh masa 50 tahun sahaja dan menemui dasarnya,
dan ketika itulah Nabi Isa turun...
dan anda semua kena faham,
sebelum Nabi Isa turun dalam tempoh 50 tahun akan datang (plus-minus),
sudah pastilah proses2 untuk menjadi ASBAB perlunya baginda turun,
ASBAB itu mestilah terjadi,
ini bermakna wahai tuan2...
Proses ini "sepatutnya" sudah berlaku:
- tasik galilee sedang mengering dengan derasnya setiap hari...
- ini bermakna sistem dajal akan mencapai kemuncaknya (yang membolehkan dajal muncul dengan sempurna)
- bila dajjal akan keluar itu kita tak pasti, namun semua tanda kecil & fitnah yang membolehkan dia keluar itu sudah pun wujud di sekeliling kita
- anda kena faham, banyak hadis sahih mengatakan pemuda hensem dari timur itu dilantik menjadi imam mahdi adalah dalam sekitar umurnya mencecah 40 tahun....
- dan ini bermakna, adalah amat saya yakini, bahawasanya, pemimpin hensem dari timur itu sudah pun berada di kalangan kita,
samada baginda di saat ini baru dilahirkan? atau masih kanak-kanak? atau sedang belajar di sekolah menengah, atau pun sedang dalam alam remaja, kita tak pasti...
-ingatlah, saya menyampaikan mesej ini di dalam forum ini melainkan untuk mengajak kamu semua langsaikan hutang secepat mungkin sebelum nibiru melintasi orbit kita, kerana atas sebab lintasan itulah, maka gerhana matahari & gerhana bulan akan berlaku serentak, dan kamu wahai orang muslim, tentu di saat itu sedar, bahawa di masa 2-3 tahun lepas, ada manusia pernah memberitahu anda tentang ahal ini, namun anda mungkin terlambar di saat itu...
-dan kerana itulah saya hadir untuk menyelamatkan ramai traders dan ramai dari mereka dapat kaut untung yang banyak dan dapat langsaikan hutang dunia sebelum saat itu tiba...
Ingatlah saudara-saudaraku...
Mereka bertiga akan muncul selang silih sahaja,
dan mereka bertiga berkongsi gelaran yang sama,
mereka bertiga adalah manusia belaka, dua daripada mereka mendapat rahmat berupa umur yang panjang,
sedangkan seorang dari mereka bertiga berumur pendek tapi dapat meminpin dunia.
Ketahuilah mereka bertiga ialah:
- Al Masih Imam Mahdi
- Al Masih Dajjal
- Al Masih Isa
Ingatlah kawan-kawan...
sekiranya umur anda adalah sekitar 20 han 30 han (pada hari ini),
percayalah,
dalam tempoh 50 tahun ini sahaja,
semua tanda2 untuk munculnya tanda-tanda besar,
pasti 100% muncul di zaman anda,
samada anda ditakdirkan untuk mati sebelum peristiwa itu muncul,
atau anak-anak anda yang bakal berhadapan dengan ujian itu,
ketahuilah,
tasik galilee sudah pun mulai mengering sejak tahun 2000 masihi lagi,
dan proses pengeringan ini amat dasyat sehingga yahudi-yahudi di Israel meminta bantuan dunia untuk menaikkan kembali aras tasik galilee ini,
dan sembilan tahun sudah pun berlalu,
ada baki lagi 41 tahun (kurang-lebih) sebelum turunnya Nabi Isa ke planet bumi,
dan anda harus ingat...!!!
Sekali lagi saya ingatkan,
bila Nibiru melalui nanti (diteorikan),
Dua gerhana planet akan berlaku (diselidiki),
iaitu bulan dan matahari (dari pandangan mata di permukaan bumi),
dan...
(teori-teori gerhana pada tahun 80 han "akan bergabung" teori gerhana tahun 2012),
dan sekiranya teori ini benar-benar berlaku,
maka sahlah dan lengkaplah semua tanda-tanda kecil,
dan kehadiran tanda-tanda besar pasti berlaku tanpa keraguan.
KAJIAN SAINS:
Setelah membuat penelitian...
sekiranya kehadiran planet besar ini dan melintas di antara orbit bumi & matahari,
gelombang-gelombang pancaran akan keluar,
dan menjahanamkan semua sistem-sistem dunia yang menggunakan elektronik atau pancaran api,
dan ini bermakna,
semua apa sahaja jentera langit dan bumi,
asalkan yang mempunyai saluran elektrik,
akan dengan sendirinya tidak berfungsi,
satelit, jet pejuang, kapal laut enjin fuel system, kereta api, motorsikal, kereta kebal, tenaga elektrik, handphone, playstation tidak akan langsung berfungsi lagi,
dan anda akan kembali ke zaman sebelum tibanya elektrik.
Ini pesanan saya lagi...
" tiada satu hadis pun menerangkan yang manusia akhir zaman berperang dengan alat-alat yang selain pernah nabi sendiri pakai "
sekiranya kajian saya di atas,
maka sahla,
apa sahaja teknologi moden hari ini,
persenjataan tercanggih,
akan menjadi tidak aktif dan collapse...
maka hidup anda pada selepas peristiwa besar ini berlaku,
adalah satu kehidupan di mana anda bakal hidup di zaman sebelum hadirnya elektrik,
manusia akan kembali kepada fitrah semula,
dan mana-mana manusia yang tinggal di bandar,
adalah manusia yang paling rugi di kala itu,
kerana...
bandar yang duduki itu sedang tenggelam,
kerana itulah kita kena bina perkampungan Muslim,
seperti banyak yang ada di tanah Melayu...
Kepada semua angkatan Teknik Keris,
sekadar pesanan, gunakan duit untung perniagaan untuk:
-melangsaikan hutang dunia
-membeli tanah di pedalaman
-menguasai sungai-sungai dan pinggiran gunung
-membeli kuda seorang dua atau tiga ekor
-mengasah pedang dan mencanai keris
-menguasai kembali teknik pancutan iaitu MEMANAH
-dan kembali mengajar anak-anak kamu semua berenang
Pendek kata macam Allah firmankan: " BUATLAH PERSEDIAAN SEKUASA-KUASA BAGI KAMU DALAM SEGALA KEKUATAN BAGI MENENTANG MUSUH-MUSUH ALLAH DAN JUGA MUSUH-MUSUH KAMU..." (surah al-anfal: Al-Quran)
Ketahuilah,
kita ada tak sampai 41 tahun ja lagi sebelum tasik galilee kering sepenuhnya,
kita ada hanya purata 41 tahun ja lagi sebelum turunnya Nabi Isa ke planet Bumi ini,
dan anda kena faham lagi sekali,
sebelum Nabi Isa itu turun,
sudah pastilah Imam Mahdi itu sudah pun ada di keliling kita,
dan sudah pastilah peperangan besar pasti terjadi,
dan sudah semestinya lah akibat perang itu,
dengan sebab sistem yang lengkap di keliling kita,
menyebabkan Dajjal itu pasti juga akan keluar,
Wahai sahabat-sahabatku sekelian...
dajjal akan muncul dulu sebelum turunnya Nabi isa,
dan Imam Mahdi akan muncul dulu sebelum Dajjal keluar dari Khurasan,
sekali lagi saya ingatkan,
anda hanya ada 41 tahun lebih sahaja sebelum satu tanda besar pertama keluar,
bila satu tanda besar keluar,
maka lengkaplah semua tanda-tanda kecil,
bila satu tanda besar keluar,
akan datang tanda-tanda besar seterusnya tanpa ragu-ragu...
Dan ingatlah wahai Muslimin samada MELAYU, CINA ATAU INDIA...
doa Nabi Ibrahim makbul sehingga akhir zaman,
dari susurgalur bagindalah berakhirnya Rasul terakhir Nabi Muhammad,
dari susurgalur Nabi Muhammadlah,
akan munculnya pemuda hensem bernama Muhammad Bin Abdullah (di zaman kita "mungkin"),
yang mana dia sendiri tak tahu dia adalah bakal Imam Mahdi,
percayalah,
di dalam darahnya ada kombinasi DNA Nabi Ibrahim & DNA Nabi Muhammad,
kerana mereka berdua dari keturunan yang sama,
sedangkan Mahdi adalah waris dari keturunan yang tak pernah meninggalkan Solat,
carilah balik doa Nabi Ibrahim itu, (ada dalam Alquran)
dan kerana itulah,
Solat Lima Waktu di tahiyat akhir,
akan selalu kita bacakan nama dua orang Nabi itu.
Pesanan Terakhir,
langsaikan hutang secepat mungkin,
tinggalkan bandar kalau anda sudah ada tanah baru di pedalaman,
yang menetap dibandar pertahankanlah bandar tersebut semampu yang boleh,
kumpulkan kain-kain yang tahan lama,
ternak dan gembala kambing,
ajar anak anak menunggang kuda,
simpan cermin mata anda sebaik mungkin,
banyakkan mencetak sebelum tibanya hari tiada elektrik,
banyakkan menulis dan berpesan pada jiran sebelah,
latihkan anak-anak Melayu kita dengan kemahiran memanah,
banyakkan berenang di waktu petang,
minta maaf pada saudara-saudara dekat dan saudara-saudara jauh,
kita kena cepat mintak maaf (kerana apa pun boleh jadi bila Dajal menguasai hari)
Kalau perlu,
sila sebarkan nasihat di atas kepada semua Muslimin yang pandai berbahasa Melayu.
“(Iaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma'ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka a]. Maka orang-orang yang beriman kepadanya. memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yg terang yg diturunkan kepadanya (Al Quran), mereka itulah orang-orang yg beruntung. (QS.Al A’raaf : 157)
“Dan (ingatlah) ketika Isa ibnu Maryam berkata: "Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku iaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)." Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: "Ini adalah sihir yang nyata."”. (QS. Ash Shaff : 6)
Dua ayat di atas memberikan pengertian sangat kuat bahawa akan ada seorang nabi yang akan datang sesudah kenabian Isa A.S dengan nama ‘Ahmad’ yang tercatat dalam kitab Taurat dan Injil (Alkitab) iaitu kitab yang sekarang menjadi pegangan penganut kristian. Tetapi nama ‘Ahmad’ tidak kita jumpa secara langsung dalam bible yang ada sekarang, hal ini kerana, memang tidak akan jumpa lagi Alkitab (bible) yang berbahasa aslinya iaitu bahasa Ibrani, atau mungkin kerana ada kesalahan penulisan dan penterjemahan atau telah pun diubah oleh pendeta-pendeta mereka.
Alhamdulillah, dengan usaha keras dan teliti dari para pakar akhirnya terbukti juga letak kesalahannya yang menyebabkan hilangnya nama Ahmad dalam Alkitab (bible) yang ada sekarang ini. Sebagaimana yang kita ketahui, bahasa yang digunakan oleh nabi Isa AS beserta kaumnya adalah bahasa Ibrani, begitu pula firman Allah dan sabda nabi Isa AS juga dalam bahasa Ibrani. Oleh itu, bukti-bukti kenabian yang ada dalam Injil kalau kita kembalikan ke dalam bahasa Ibrani, nama 'Ahmad' akan muncul sangat nyata dengan sendirinya. Begitu juga dengan Taurat, kalau kita kembalikan ke dalam bahasa aslinya, nama 'Ahmad' juga akan muncul dengan sendirinya.
HIMADA adalah AHMAD
Sebab-sebab turunnya wahyu berkaitan kedatangan seorang nabi yang diutus bagi semua bangsa yang bernama “Ahmad” adalah ketika bangsa Israel yang telah hancur, jatuh kemunduran, dan diizinkan kembali membangunkan Jerusalem ( Darussalam) dan Bait Sulaiman yang telah diratakan dengan tanah oleh bangsa Chaldea, sebahagian orang berada dalam kegembiraan dan sebahagian yang lain berada dalam kesedihan yg memilukan kerana teringat kembali akan keindahan Bait Agung Sulaiman. Pada masa itulah, Allah mengutus Haggai (Menurut bible Haggai adalah seorang nabi) untuk menghibur bangsa Israel yang telah tertindas dengan menyampaikan janji Allah bahawa akan diutuskan seseorang yang akan mengangkat kembali bangsa Israel dari kemusnahan :
”Dan aku akan menggoncangkan semua bangsa, dan HIMADA untuk semua bangsa ini akan datang; dan aku akan mengisi rumah ini dengan kemegahan, kata Tuhan pemilik rumah”.
( Bible: Hagai 2:7 )
Seseorang yang diutus untuk mengangkat kembali bangsa Israel adalah 'Himada', bangsa Israel tentu menunggu Himada segera datang agar bangsanya segera bangkit dari penindasan. Namun sayang seribu kali sayang, bangsa Israel tidak menafsirkan kata Himada sebagai nama nyata seorang nabi yang diutus, tetapi mereka menafsirkan kata 'Himada' sebagai kata sifat yang abstrak sesuai erti Himada dalam bahasa mereka iaitu : keinginan, hasrat, kerinduan dan pujian. Ketika janji Allah tersebut diterjemahkan kedalam bahasa lain, maka yang terjadi adalah kata Himada akan ikut diterjemahkan dan berubah dengan sendirinya.
Mari kita lihat terjemahannya ke dalam bahasa Inggris :
"And I will shake all nations, and the desire of all nations shall come: and I will fill this house with glory,
saith the LORD of hosts”. Hagai 2:7
Lihatlah kata Himada diterjemahkan menjadi desire dalam bahasa Inggris yang ertinya keinginan atau hasrat, hal ini dianggap benar oleh para penulis Injil kerana mereka memahami Himada bukanlah nama orang tetapi sebagai kata benda abstrak.
Perlu diketahui, terjemahan bible dalam bahasa apapun, baik ke dalam bahasa Arab, Melayu, Indonesia, Jepun, Sepanyol dan bahasa-bahasa lainnya adalah mengambil dari bible yang berbahasa Inggeris tersebut, sehingga tidak hairanlah kalau kita tidak menemukan nama Ahmad dalam bible.
Sekarang mari kita lihat terjemahan bible dalam bahasa Melayu yang diterjemahkan dari bible berbahasa Inggeris :
"Aku akan menggoncangkan segala bangsa, sehingga barang yang indah-indah kepunyaan segala bangsa datang mengalir, maka Aku akan memenuhi Rumah ini dengan kemegahan, firman TUHAN semesta alam". ( Hagai 2:8)
Lihatlah kata desire dalam bahasa inggeris diterjemahkan menjadi barang yang indah-indah, dari sini saja sudah nampak percanggahan dari Inggeris ke Bahasa Melayu, sehingga makin tersembunyilah nama Ahmad dalam bible. Sebagai informasi tambahan, kalau kita amati bible berbahasa Inggeris mencatat ayat tersebut dalam Hagai 2:7 tetapi dalam bible berbahasa Indon tercatat dalam Hagai 2:8. Di sini berlaku perbezaan bagi satu ayat ini yang mana perlu dikritik penyebabnya.
Tetapi kalau bible yang berbahasa Inggeris kita terjemahkan ke dalam bahasa Yahudi atau Ibrani, maka kata Himada tersebut akan muncul kembali dengan sendirinya,lebih kurangnya seperti berikut :
“ ve yavu himdath kol haggoyim”
Huruf 'th' dalam kata Himdath boleh diganti menjadi 'hi' atau boleh juga dihilangkan sama sekali.
Sekarang mari kita analisa pula kata-kata dalam bahasa Yahudi, Ibrani dan Arab:
Himdath = Himdahi = Himda = bahasa Yahudi
Himada = bahasa Ibrani
Ahmad = bahasa Arab
Semua kata tersebut mempunyai maksud yang sama iaitu terpuji dan mempunyai persamaan kata akar iaitu H-M-D, lihatlah bila kita hilangkan vokal dan kita biarkan konsonannya, maka akan menjadi :
H-M-D = dalam bahasa Yahudi
H-M-D = dalam bahasa Ibrani
H-M-D = dalam bahasa Arab
Tentu ini sebuah bukti yang tak dapat dibantah sedikitpun, dan bagi sesiapa pun yang ahli dalam bahasa Semit tentu mempunyai kesimpulan yang sama bahawa Himada dan Ahmad adalah sama, tentu kesimpulannya adalah nama Ahmad memang ada dalam bible.
PARAKLETOS adalah AHMAD
Bangsa Israel/Yahudi melihat nabi Isa AS bukanlah nabi yang dijanjikan Allah seperti yang disampaikan oleh Haggai yang dapat mengangkat bangsa Israel / Yahudi dari kemunduran. Oleh kerana itulah, Bani Israel masih terus mencari siapakah orang yang dijanjikan Allah seperti yang disampaikan Haggai ?.
Suatu ketika Isa berkhutbah kepada kaumnya, memberitakan akan ada nabi lain yang akan diutus sesudah dirinya, menurut nabi Isa a.s kedatangan nabi tersebut tidak lama lagi. Khutbah nabi Isa a.s tersebut sangat difahami oleh orang-orang Israel, namun sayang sekali mereka tidak langsung menuliskan apa yang disabdakan Isa ketika itu, dan khutbah Isa yang berbahasa Ibrani tersebut baru dicatat enam puluh tahun kemudian dan itupun dalam bahasa Yunani oleh orang yang mengaku bernama Yohanes :
“Kago erotao tou pater kai allos parakletos didomi humin hina meta hu mon eis tou aion eimi” Yohanes 14:16
Kata Parakletos mempunyai beberapa erti iaitu : mengagungkan, memuji dan penolong, dan kalau kata Parakletos diterjemahkan ke dalam bahasa Ibrani, kata yang didapat adalah : Hamida.
Kalau kata Hamida yang disebut oleh Jesus diertikan sebagai kata benda abstrak maka terjemahan pidato Jesus adalah seperti berikut ini :
"Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya”.
Yohanes 14:16
"Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu Hamida, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya”.
Yohanes 14:16
Maka pidato Jesus tersebut senada dengan Firman Allah SWT dalam Al-Qur’an :
"Dan (ingatlah) ketika Isa putera Maryam berkata: "Hai bani Israil,….(aku.) memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad ". QS. 61:6
Tentu hasil akhir yang kita dapatkan adalah kata Hamida dalam bahasa Ibrani dan kata Ahmad dalam bahasa Arab, dan kedua kata ini adalah berasal dari akar kata yang sama yaitu H-M-D dan mempunyai erti yang sama iaitu terpuji, dan senada pula dengan makna Perikletos.
Dari penjelasan di atas, kesimpulannya bahawa, apakah kata Hamida dianggap sebagai kata benda abstrak atau nyata jika kita kembalikan ke dalam bahasa Jesus iaitu Ibrani, maka nama Ahmad akan nampak lagi.
KEAJAIBAN NAMA MUHAMMAD
Yang menarik adalah, tidak ada seorang pun yang bernama Ahmad atau Muhammad sejak nabi Adam diciptakan sampai dengan lahirnya seorang anak dari Abdullah dan Siti Aminah. Hal ini bukanlah kebetulan atau direka kalau Siti Aminah memberi nama Muhammad pada anaknya, tetapi hanya semata-mata sebagai takdir Allah Yang Maha Kuasa dan sebagai bukti keAgungan perancanganNya.
Sumber :
1. Perjanjian Baru Interlinier, Yunani Indonesia Diterbitkan Lembaga Alkitab Indonesia (LAI)
2. Konkordasi Perjanjian Baru - LAI
3. “Muhammad in the bible”, MENGUAK MISTERI MUHAMMAD, Prof. David Benjamin Keldani diterbitkan di Indonesia oleh Sahara Publishers Cetakan ke : 11 Mei 2006. dan "WHAT EVERY CHRISTIAN & JEW SHOULD KNOW" TENTANG SANG PENCIPTA, KITAB SUCI & NABI-NABI, PROFESOR DAVID BENJAMIN KELDANI BD. Alih Bahasa Oleh: HW.Pienandoro SH
keterangan :
a] Maksudnya: dalam syari'at yang dibawa oleh Muhammad itu tidak ada lagi beban-beban yang berat yang dipikulkan kepada Bani Israil. Umpamanya: mensyari'atkan membunuh diri untuk sahnya taubat, mewajibkan Qisas pada pembunuhan baik yang di sengaja atau tidak tanpa membolehkan membayar diat, memotong anggota badan yang melakukan kesalahan, membuang atau menggunting kain yang kena najis. -
(dari : Al Qur’an terjemahan )
Untuk mendapatkan maklumat lanjut tentang tabut, saya membuat rujukan di dalam kitab old tastement dan new tastement kerana di dalam Al-Quran terlalu sedikit maklumat tentang tabut yang saya dapat. Bible yang ada hari ini pada hakikatnya bukanlah kitab suci lagi kerana sesebuah kitab suci itu sepatut hanya berisi firman-firman Tuhan. Satu-satunya kitab suci ialah kitab Al Quran. Di dalam Bible ada firman Tuhan, hadis para Nabi, kata-kata para ulama, nukilan para sejarawan, tulisan orang biasa dan hasil tangan para pendusta. Semuanya sudah bercampur-gaul dan diubah oleh The Hidden Hand. Sungguhpun begitu, bukanlah keseluruhan isi kandungan Bible tidak boleh kita manfaatkan. Ini hanyalah untuk mengkaji sejarah tabut as-sakinah. Mereka juga mempercayai nabi-nabi yang diutuskan seperti umat Islam wajib mempercayainya. Jesus adalah Nabi Isa a.s, Abraham ialah Nabi Ibrahim a.s, Jacob ialah Nabi Yaakob, Aaron ialah Nabi Harun, Moses ialah Nabi Musa a.s, Noah ialah Nabi Nuh a.s. Mereka juga percaya dengan Habil dan Qabil atau lebih dikenali dengan Cain and Abel di dalam bible. Buku-buku sejarah lagi kita guna, apatah pula Bible yang juga boleh dianggap sebagai sebuah buku sejarah. Bukan sebagai pegangan, tetapi hanya sebagai pengetahuan kerana kitab-kitab ini sudah terpesong dari kitab asal. Kitab asal mungkin masih ada di beberapa tempat di dunia ini. Antara tempat yang diyakini ialah di perpustakaan Vatican dan di gereja Ethiopia.
Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak sekali-kali akan bersetuju atau suka kepadamu (wahai Muhammad) sehingga engkau menurut agama mereka (yang telah terpesong itu). Katakanlah (kepada mereka): “Sesungguhnya petunjuk Allah (agama Islam itulah petunjuk yang benar”. Dan demi sesungguhnya jika engkau menurut kehendak hawa nafsu mereka sesudah datangnya (wahyu yang memberi) pengetahuan kepadamu (tentang kebenaran), maka tiadalah engkau akan peroleh dari Allah (sesuatupun) yang dapat mengawal dan memberi pertolongan kepada mu.
Al-Baqarah 120
Orang-orang yang Kami berikan Kitab kepada mereka, sedang mereka membacanya dengan sebenar-benar bacaan (tidak mengubah dan memutarkan maksudnya), mereka itulah orang-orang yang beriman kepadanya; dan sesiapa yang mengingkarinya maka mereka itulah orang-orang yang rugi.
Al-Baqarah 121
.
Sebelum kita pergi lebih jauh, mari kita lihat sedikit masalah ayat-ayat Bible berkaitan dengan bentuk tabut ini.
Alkitab Kabar Baik mencatatkan:
“Buatlah sebuah peti dari kayu akasia yang panjangnya 110 sentimeter, lebar dan tingginya masing-masing 66 sentimeter.
(Keluaran 25: 10)
Dari mana para penulis Bible ini tahu panjang tabut itu ialah 110 cm dan lebarnya 66 cm?
Beginilah caranya Bible terseleweng. Orang yang memiliki Alkitab Kabar Baik tentunya menyangkakan memang ada tertulis “110 cm” (ataupun yang sama ukuran dengannya) dalam manuskrip-manuskrip awal Bible yang disorokkan itu. Padahal yang ditulis ialah “dua setengah hasta”.
Bagaimana pula mereka boleh tahu yang “dua setengah hasta” itu bersamaan 110 cm? Mereka ukurkah hasta tangan orang-orang yang hidup pada zaman Nabi Musa? Samakah ukuran tangan oang zaman dahulu dengan zaman sekarang?Adakah sama ukuran tangan semua orang?
Bagaimanakah rupa Tabut menurut Bible?
Tabut ini diperbuat daripada kayu yang kemas dan tahan. Kayu penaga (akasia) adalah sejenis kayu yang ‘tidak berbulu’. Tingginya dua setengah hasta sementara lebar dan tingginya satu setengah hasta. Ia disalut dengan emas tulin luar dan dalam. Terdapat empat gelang emas tempat dimasukkan dua batang kayu pengangkut/ pengusung tabut itu. Dua batang kayu pengangkut itu tidak boleh dicabut daripada gelang-gelangnya.
Tabut itu kemudiannya akan diletakkan LOH HUKUM di dalamnya, iaitu kepingan batu yang mencatatkan apa yang diterima oleh Nabi Musa ketika pergi ‘menemui Tuhan’ di Bukit Tursina.
Penutup tabut itu juga diperbuat daripada emas tulen. Di atasnya ada dua ‘kerub’ yang diperbuat daripada emas. Kerub-kerub ini akan duduk berhadapan, satu di setiap hujung dengan sayap-sayap mereka menaungi penutup tabut tadi.
Saya kurang tahu apa sebenarnya ‘kerub’ ini. Daripada pembacaan ringkas, boleh jadi ia adalah malaikat, bidadari, tunggangan seperti buraq ataupun lain-lain. Dalam salah satu debat antara Syeikh Ahmad Deedat dengan seorang pemuka Kristian (yang saya baca beberapa tahun lalu), diceritakan kerub menjadi tunggangan Jesus ke langit.
Lukisan Kerub memegang simbol Papal di Vatican.Di sini saya letakkan ayat-ayat dari bible New King James Version tentang bentuk tabut ini.
25:10
“And they shall make an ark of acacia wood; two and a half cubits [shall be] its length, a cubit and a half its width, and a cubit and a half its height.
25:11
“And you shall overlay it with pure gold, inside and out you shall overlay it, and shall make on it a molding of gold all around.
25:12
“You shall cast four rings of gold for it, and put [them] in its four corners; two rings [shall be] on one side, and two rings on the other side.
25:13
“And you shall make poles [of] acacia wood, and overlay them with gold.
25:14
“You shall put the poles into the rings on the sides of the ark, that the ark may be carried by them.
25:15
“The poles shall be in the rings of the ark; they shall not be taken from it.
25:16
“And you shall put into the ark the Testimony which I will give you.
25:17
“You shall make a mercy seat of pure gold; two and a half cubits [shall be] its length and a cubit and a half its width.
25:18
“And you shall make two cherubim of gold; of hammered work you shall make them at the two ends of the mercy seat.
25:19
“Make one cherub at one end, and the other cherub at the other end; you shall make the cherubim at the two ends of it [of one piece] with the mercy seat.
25:20
“And the cherubim shall stretch out [their] wings above, covering the mercy seat with their wings, and they shall face one another; the faces of the cherubim [shall be] toward the mercy seat.
25:21
“You shall put the mercy seat on top of the ark, and in the ark you shall put the Testimony that I will give you.
25:22
“And there I will meet with you, and I will speak with you from above the mercy seat, from between the two cherubim which [are] on the ark of the Testimony, about everything which I will give you in commandment to the children of Israel.
Sabda Rasullulah:
Sesungguhnya aku tinggalkan kepada kamu dua perkara yang sekiranya kamu berpegang teguh dan mengikuti kedua-duanya nescaya kamu tidak akan tersesat selama-lamanya. Itulah Al-Quran dan Sunnahku.
Ahlissunnah waljama’ah merupakan ajaran dan amalan
arus perdana umat Islam semenjak dari awal
sejarahnya sampai sekarang.Ia menimbulkan sistem
huarain ilmu berkenaan dengan akidah, syari’at,
kerohanian, dan akhlak. Inilah yang merupakan sistem
ilmu yang menjadi paksi dan dasar umat ini. Sistem
ilmu yang berpunca daripada wahyu, nubuwwah, ijma’,
pengamatan manusia berpengetahuan yang muktabar
ini tersus menerus memandu umat ini dalam perjalanan
sejarahnya. Walaupun ada gangguan-gangguan aliran
yang bersifat serpihan muncul dari semasa ke semasa,
arus perdana ini terus menerus berjalan memberi
panduan kepada umat. Antara aliran yang muncul
dalam abad ke lapan belas yang bersifat serpihan ini
ialah aliran yang timbul daripada Muhammad bin ’Abd
al-Wahhab dari Najd. Maka dalam nota ringkas ini akan
dibicarakan beberapa perkara pokok berkenaan
dengan ajaran Muhammad ibn ‘Abd al-Wahhab yang
menyentuh konsep tauhid dan syahadah serta
implikasi-implikasi daripada ajaran yang demikian
dengan menyebut juga beberapa fakta sejarah . Dalam
huraian ringkas ini juga akan disebutkan soal mengikut
mazhab dan amalan-amalan yang dikirakan bid’ah dan
sesat oleh kelompok ini. Fakta-fakta yang dibicarakan
diambil daripada rujukan-rujukan yang ‘primary’ dan
juga teks-teks yang muktabar.Sorotan akan diberikan
mengikut panduan sistem ilmu Ahlissunnah waljamaah
atau epistemologinya.Implikasi-implikasi pendekatan itu
akan diperhatikan, berdasarkan kepada pendekatan itu,
contoh-contoh sejarah tentangnya, dan kemungkinankemungkminan
yang boleh timbul akibat daripada
pengembangan pendekatan itu.Kita boleh bermula
dengan menyebut pengasasnya sendiri, Muhammad
ibn ‘Abd al-Wahhab.Dari buku ‘Tarikh al-madhahib alislamiyyah’
oleh Imam Muhammad Abu Zahrah
tdrdapat beberapa maklumat pokok berkenaan
dengannya:Muncul dalam negeri Arab, di kawasan
padang pasir, akibat terlampau memuliakan peribadiperibadi
dan mengambil berkat dengan mereka (pada
pandangan Wahhabi).Berdamping dengan Allah
dengan melawat kubur mereka, akibat banyak bid’ahbid’ah
yang bukan daripada perkara agama (‘laisat
mina’d-din). Wahhabiyyah muncul untuk memerangi itu
semua, dihidupkannya mazhab ibn
Taimiyyah.Muhammad ibn ‘Abd al-Wahhab meninggal
tahun 1787, mempelajari teks-teks ibn Taimiyyah;
zamannya ibn Taimiyyah tidak tersebar ajarannya dan
ia tidak terkenal.Dalam zamaan Sultan Salim III (1204-
1222) antara fitnah-fitnah yang muncul ialah fitnah
Wahhabiyyah yang bermula dengan gerakan
Muhammad bin ‘Abd al-Wahhab di Hejaz, mereka
mengambil al-Haramain dari pemerintahan
‘Uthmaniyyah, menghalang orang menunaikan haji dari
Syam, dan Mesir , antara lainnya.Dalam buku
berkenaan dengan ulama-ulama mazhab Hanbali
karangan Syaikh Muhammad bin ‘Abdullah al-Hanbali,
mufti mazhab Hanbali di Mekah (men.1295 H), berjudul
‘Al-Suhub al-Wabilah ‘ala Dara’ih al-Hanabilah’
disebutkan ( Maktabah al-Imam Ahmad, 1989,hal 275
)bahawa ‘Abd al-Wahhab bin Sulaiman al-Najdi adalah
“bapa kepada Muhammad penggerak da’wah (sahib alda’wah)
yang tersebar keburukannya di bumi (intashara
shararuha fil afaq) , tetapi ada kelainan antara mereka
berdua itu, bagaimanapun Muhammad tidak
menzahirkan dakwahnya melainkan selepas mati
bapanya itu; dan diberitahu kepada saya (kata
pengarang ‘al-Suhub al-Wabilah’) oleh olrang semasa
dengan Muhammad ibn ‘Abd al-Wahhab bahawa
bapanya marah dengan anaknya itu kerana ia tidak rela
menggunakan masanya untuk menekuni ilmu fiqh atau
kefahaman sebagaimana mereka yang
terdahulu…demikian pula anaknya Sulaiman saudara
kepada Muhammad (ibn ‘Abd al-Wahhab) tidak
bersetuju dengannya dalam dakwahnya dan menulis
kitab dengan sedemikian baiknya menyanggahinya
dengan menggunakan ayat-ayat Qur’an dan hadithhadith
… dan (Muhammad ibn ‘Abd al-Wahhab) tidak
memandang kepada pendapat ulama [yang dahulu
atau yang kemudian] siapa juga orangnya selain
daripada Syaikh Taqiyuddin ibn Taimiyyah dan
muridnya ibn al-Qayyim; beliau memandang pendapat
kedua orang itu sebagai nas yang tidak diterima ta’wil
…”(hal 275).Disebutkan oleh Muhammad Abu Zahrah
bahawa berlaku peperangan antara golongan Wahhabi
dan Syarif Makkah, Syarif Ghalib ibn Bu Sa’id yang
dilantik oleh Sultan Turki untuk mewakilinya mentadbir
dan memerintah kawasan Hijaz.Sebelum itu pihak
Wahhabi mula membina kekuasaan dan pengaruhnya
di kalangan Orang Arab dalam kawasan mereka.
Mereka membunuh Muslimin dalam prose situ,
menghalalkan mengambil harta mereka dan
menangkap para wanita mereka. Ini bermula dengan
ajaran Muhammad ibn ’Abd al-Wahhab yang berasal
dari bani Tamim.Dalam ’Tarikh Najdin’ tersebut bahawa
golongan Wahhabiyyah menentang kerajaan
’Uthmaniyyah kerana dianggapnya kerajaan itu syirik
dan kafir kerana mengamalkan tawassul dan berdoa di
kubur orang-orang yang mati. Kenyataan tentangnya
seperti berikut (selepas menyebut bahawa manusia
zaman kita bukan menyembah malaikat dan ’Isa, tetapi
’menyembah manusia ( yad’una unasan):
)، فقد اعتبر الشیخ محمد بن عبد الوھاب عامة المسلمین كفارا ومشركین
ومرتدین كأھل الجاھلیة الأولى ، أو أضل منھا ، وقال:“ ان أكثر الخلق قد لعب
، وأخرجھ في قالب حب الصالحین بھم الشیطان و زیَّن لھم الشرك با
وتعظیمھم“.“وإن المشركین في زماننا أضل من الكفار الذین في زمان رسول
لله .. فلا یخفى علیكم ما ملأ الأرض من الشرك الأكبر : عبادة الأصنام:( ”
Syaikh Muhammad ibn ‘Abd al-Wahhab sesungguhnya
menganggap bahawa umum Muslimin adalah kafir ,
musyrik, dan murtad seperti ahli Jahiliyyah zaman awal
, atau lebih sesat lagi daripada itu.Kata beliau
;’Sesungguhnya kebanyakan manusia dipermainkan
oleh syaitan dan Syaitan menampakkan cantik kepada
mereka perbuatan syirik mereka terhadap Allah, dan Ia
menjadikan keluar daripada mereka kasih kepada
orang-orang yang solih dan membesar-besarkan
mereka.Sesungguhnya orang-orang [Muslimin yang
menjadi] musyrikin zaman kita ini lebih sesat lagi
daripada orang kafir zaman Rasulullah s.a.w.Maka
tidak terselindung lagi daripada anda bahawa syirik
terbesar memenuhi bumi, iaitu menyembah
berhala”.(Kalau itu dikaitkan dengan hadith yang
menyebut manusia akhirnya menyemb ah berhala pada
zaman kemudian, maka itu bukan berlaku atas mereka
yang beriman, tetapi atas mereka yang masih ada
selepas daripada mati semua orang yang beriman
kerana angin halus seperti sutera, selepas itu yang
tinggal adalah makhluk yang seburuk-buruknya,
mereka itulah yang menyembah berhala, bukannya
orang-orang soleh yang melawat kubur auliya’ dan
meminta keberkatan daripada mereka atau
bertrawassul dengan mereka).(ini ada dalam hadith
sahih al-Bukhari berkenaan dengan matinya sekelian
mereka yang beriman dengan angin yang halus seperti
sutera itu).Dalam hubungan dengan kerajaan
’Uthmaniyyah, bila wakil kerajaan ’Uthmaniyyah hendak
meminta perjanjian perdamaian (’al-hudnah wa al-sulh)
maka dijawab dalam surat kepada rombongan itu
seperti berikut:
)، جاء فیھا ”:وأما المھادنة والمسابلة على غیر الاسلام ، فھذا أمر محال ،
بحول لله وقوتھ ، وأنت تفھم أن ھذا أمر طلبتموه منا مرة بعد مرة … وبذلتم
الجزیة على أنفسكم كل سنة ثلاثین ألف مثقال ذھبا ، فلم نقبل منكم ولم نجبكم
بالمھادنة ، فان قبلتم الاسلام فخیرتھا لكم وھو مطلبنا ، وان تولیتم فنقول كما
قال لله تعالى: (فان تولوا فانما ھم في شقاق فسیكفیكھم لله وھو السمیع العلیم(
Ada dalam surat [’yang berkenaan itu] ’Adapun
berdamai dan memberi laluan kepada yang bukan
Islam, itu perkara yang tidak mungkin, dengan daya
dan upaya Allah, dan anda faham bahawa ini suatu
perkara yang anda minta dari kami kali demi kali…Dan
anda memberi jizyah atas diri anda semua tiap-tiap
tahun tiga puluh ribu mithqal emas, walhal kami tidak
menerima daripada kamu, dan kami tidak memberi
jawapan kepada kamu dengan perdamaian, maka
sesungguhnya kalau anda menerima Islam, itu baik
bagi kamu dan itu yang kami tuntut; kalau anda
berpaling, maka kami katakan, sebagaimana yang
difirmankan Allah taa’a:’Maka kalau mereka berpaling
maka mereka berada dalam permusuhan [dengan
kamu] maka memadailah Allah untuk kamu, Ia Maha
Mendengar lagi Maha Mengetahui” (al-
Baqarah.137).Berlakulah penentangan terhadap
’Uthmaniyyah itu , sehingga akhirnya, dengan mereka
menolong British dan Prancis, jatuhlah keranaan itu,
walaupun itu bukan satu-satunya faktor kejatuhan,
tetapi ia satu daripada faktor-faktor yang membawa
kepada kejatuhan itu.Tidak ada mazhab fikh dalam
Ahlissumnnah yang mengizinkan ulil-amri itu
disanggahi demikian.Disebutkan dalam kitab
Muhammad Abu Zahrah bahawa mereka mengangkat
pedang dan berperang itu ’ bagi menegakkan sunnah
dan menghapuskan bid’ah’ (li iqamatissunnah wa
imatati’l-bid’ah).Antaranya memang benar kenyataan
Abu Zahrah tentang mereka memperluas-luaskan
bid’ah itu sampai kepada adat-adat kebiasaan, seperti
pada suatu masa mereka mengharamkan rokok
sebagai bid’ah, sampai ada orang awam mereka –
kerana terlalu amat sangat penentangan mereka itu
terdadapnya – bahawa orang yang menghisap rokok itu
seolah-olah musyrikin .Kata Abu Zahrah, golongan ini
berpegang kepada prinsip bahawa pegangan kami
adalah benar tidak mungkin tersilap pegangan anda
tersilap tidak mungkin benar ( anna ’ulama’ al-
Wahhabiyyin yafriduna fi ara’ihim al-sawab alladhi lam
yuqbal al-khata’ wa fi ara’ ghairihim al-khata’ alladhi la
yuqbalu al-taswib bal annahum a’tabiruna ma ’alaihi
ghairuhum min iqamatil-udruhah wa al-tawaf haulaha
qariban minal-wathaniyyah wa hum fi hadha
yuqaribunanal-Khawarija alladhina kanu yukaffiruna
mukhalifihim wa yuqatilunahum kama dhakarna
.”Adapun ulama Wahhabi itu memfardhukan bahawa
pendirian mereka adalah benar dan tak mungkin
diterima kesilapan, dan pendirian yang lain daripada
mereka adalah salah tak mungkin diterima betulnya”
(Ini berlawanan dengan dasar Ahlissunnah yang
mengajarkan pendirian kita benar tetapi boleh jadi tidak
benar, pendirian anda pada kami tidak benar, tapi boleh
jadi ada benarnya.Berlakulah dalam sejarah apa yang
telah berlaku, iaitu bahagian siasah dipegang oleh
keluarga Su’ud dan bahagian hukum agama dan
pelajaran agama dipegang oleh keluarga Muhammad
ibn ’Abd al-Wahhab, ertinya dua perkara besar itu
adalah sebagai ’pesaka’ dalam dua keluarga itu.
Wallahu a’lam.Pokoknya, kalau aliran itu kekal pada
tempatnya, kita tidak risau, tetapi bila ia dipromosikan
ke negeri-negeri lain, maka itu masalah. Di mana
berkembangnya cara berfikir seperti ini disitulah
timbulnya pergaduhan, sampai ke tahap berlaku
pembunuhan. Wallahu a’lam.
Beberapa Unsur Wahhabiyyah :Di bawab ini
diperturunkan bebarapa unsur Wahhabiyyah, yang
bermula dengan ajaran Syaikh Muhammad ’Abd al-
Wahhab yang berasal dari Najd, berdasarkan kepada
teks-teks dari kalangan mereka yang berpegang
kepada ajaran itu.Antaranya ialah unsur-unsur seperti
berikut:
Untuk mendapat pendirian Wahhabiah atau ajaran
Muhammad bin ’Abd al-Wahhab, maka tepat sekali
kalau diambil data-data tentang pendiriannya daripada
sumber-sumbernya yang ’primari’ supaya adil.Antara
buku-buku itu ialah :(a)‘Kitabut-Tauhid’ ibn ‘Abd al-
Wahhab(b)K.al-Shubuhat fi al-tauhid oleh Muhammad
ibn ‘Abd al-Wahhab(c)’ Solah al-nabi’ oleh al-
Albani(d)al-Khojandi al-Ma’sumi ’Hal al-Muslim Mulzam
bi’t-Tiba’ madhhabin Mu’ayyanin minal-Madhahibil-
Arba’ah’;(e)al-Fatawa al-Kubra ibn Taimiyyah(f)Abu
Aminah Bilal Philips beberapa bukunya dalam bahasa
Inggeris(g)al-Zahawi Arab dan Inggeris(h)’Unwan al-
Majdi’ oleh ibn Abi Bishr(i) ’Tarikh Najdin’ oleh ibn
Ghannam dll.
Unsur-unsur ajarannya adalah antaranya seperti
berikut:
(1)Tafsiran tentang syahadah yang tidak ada dalam
ijma Ahl al-Sunnah:
Tafsiran syahadah yang menyalahi ijma’.Ini terdapat
dalam teks ‘Kitab al-Tauhid’(karangan Syaikh
Muhammad ‘Abd al-Wahhab sendiri) dalam ‘Fath al-
Majid Syarah Kitab al-Tauhid’ karangan Al-Syaikh ‘Abd
al-Rahman bin Hassan al-Syaikh :
ومنھا قولھ صلى لله علیھ وسلم: (من قال: لا إلھ إلا لله وكفر بما یعبد من دون
لله حرم مالھ ودمھ، وحسابھ على لله) وھذا من أعظم ما یبیِّن معنى (لا إلھ إلا
لله) فإنھ لم یجعل التلفظ بھا عاصماً للدم والمال، بل ولا معرفة معناھا مع
لفظھا، بل ولا الإقرار بذلك، بل ولا كونھ لا یدعو إلا لله وحده لا شریك لھ، بل
لا یحرم مالھ ودمھ حتى یضیف إلى ذلك الكفر بما یعبد من دون لله، فإن شك أو
توقف لم یحرم مالھ ودمھ. فیالھا من مسألة ما أعظمھا وأجلھا، ویالھ من بیان ما
أوضحھ، وحجة ما أقطعھا للمنازع
Terjemahan: Antaranya (ayat-ayat berkenaan dengan
syahadah ) sabda Nabi s.a.w. ‘Sesiapa yang berkata ‘la
ilaha illa’llah dan kufur ia terhadap apa yang disembah
selain daripada Allah maka haramlah hartanya dan
darahnya (ia tidak boleh dibunuh lagi , misalnya dalam
jihad) , dan hisab tentangnya adalah terletak pada
Allah; ini adalah perkara yang sebesar-besarnya yang
menerangkan makna ‘la ilaha illa’llah’; ia tidak
menjadikan berlafaz (sahaja dengan la ilaha illa’llah) itu
menyelamatkan darah dan (hartanya), bahkan tidak
(juga mengelamatnya dengan) mengetahui maknanya
berserta dengan lafaznya , bahkan (tidak juga selamat
harta dan nyawanya itu dengan) berikrar dengan itu
(iaitu berikrar dengan la ilaha illa’llah) bahkan tidak
(juga selamat nyawa dan harta itu) dengan ia tidak
menyeru melainkan kepada Allah Yang Maha Esa tidak
ada sekutu bagiNya, bahkan tidaklah haram hartanya
dan darahnya sehingga ia menambahkan kepada itu
(yang empat perkara sebelum ini iaitu ) kufur terhadap
apa yang disembah selain daripada Allah; kalau ia syak
atau tawaquf maka tidak haram hartanya dan
darahnya.Maka alangkah hebat dan agungnya
masaalah ini, alangkah menerangkan dan
menjelaskannya (dengan sebaiknya), alangkah
memutuskan pertikaian (dengan penjelasan yang
sebegitu nyata itu). Huraian berkenaan dengan
syahadah seperti ini tidak pernah ada dalam
Ahlissunnah wal-Jamaah.
Dalam Ahlissunnah Islamnya seseorang itu adalah
dengan berlafaz dengan ‘la ilaha illa’llah’ dengan itu
selamat harta dan nyawanya.Ini antaranya jelas
darikpada hadith sahih yang bermaksud
“Sesungguhnya aku diperintah untuk berjihad dengan
manusia sehingga mereka mengatakan ‘tiada tuhan
melainkan Allah’ bila mereka berkata demikian maka
nyhawa dan harta mereka selamat, dan hisab tentang
mereka adalah terpulang kepada Allah’.Sebab itu
dalam masa jihad nabi s.a.w. bila terdengar ada azan
disesuatu tempat maka tentera Muslimin tidak lagi perg
ke situ.Dan dalam hadith sahih berkenaan dengan
sahabat membunubh orang yag mengucap syahadah,
Rasulullah bertanya kepada sahabat itu ‘Anda
membelah dadanya? Anda membelah dadanya?
…’.Mungkin tafsiran secara beginilah yang
menghalalkan setengah Muslimin berperang melawan
tentera Khilafah ‘Uthmaniah, benteng terakhir menjaga
umat dari segi zahirnya, jatuh ke tangan
Barat.Subhana’llah. Kalau kerajaan ‘Uthmaniah yang
sedemikian penting ditentang, maka yang lain daripada
itu lebih mudah lagi ditentang. La haula wa quwwata illa
billahil-‘aliyyil azim.
(2)Adam syirikAdam syirik dalam ketaatan ; ini adalah
bercanggah dengan ijma’ Ahlissunnah tentang
maksumnya para nabi s.a.a.Dalam Kitab al-Tauhid’
yang sama, dengan syarahnya sekali seperti di atas
(muka surat ) dinyatakan dalam hubungan dengan ayat
190 Surah al-A’raf yang bermaksud “Tatkala Allah
memberi kepada keduanya seorang anak yang soleh,
maka keduanya menjadikan sekutu bagi Allah tentang
anak yang telah dianugerahkanNya kepada keduanya
itu…”.Ayat dalam kitab itu demikian: disebutkan
bahawa bila Adam mendatangi (Hawwa) maka ia
mengandung, maka datang Iblis kepada (Adam dan
Hawwa) , katanya :Aku sahabat kamu berdua yang
mengeluarkan kamu daripada syurga supaya kamu taat
kepadaku…’ kemudian disebut bila ia tidak ditaati maka
dua kali anak yang dikandung itu kelurar mati; bila ia
mengandung kali yang ketiga, maka Iblis dating maka
takut anak itu mati iapun menamakan anaknya ‘Abd alharith;
kemudian dikatakan dalam riwayat itu, ‘shuraka’
fi ta’atihi (syirik dalam taat kepada Iblis) bukan syirik
dalam ibadat kepadanya’ (shuraka’ fi ta’atihi wa lam
yakun fi ‘ibaditihi).
Dalam ‘Tafsir ibn Kathir’ dinyatakan : riwayat ini ialah
dari kalangan Ahlil-Kitab, tidak boleh dijaikan
sandaran.(Kalau kita hendak pilih sebagai ahli ilmu
yang disuruh oleh Qur’an kita bertanya kepadanya ,
sebagai ahli hadith dan ahli tafsir,tentulah kita memilih
ibn Kathir, yang diakui dalam Ahl al-Sunnah, bukannya
pengarang kitab tauhid yang memberi huraian seperti
ini.
آثَار أَھْ ل الْكِتَاب وَ قَدْ صَحَّ ا لْحَدِیث وَ ھَذِهِا لآْ ثَار یَظْھَر عَلَیْھَاو للهََّ أَعْ لَم أَنَّھَا مِنْ
تُصَدِّقُوھُمْ عَلَیْھِ وَ سَلَّمَ أَنَّھُ قَال “ إِذَا حَدَّثَكُمْ أَھْل الْكِتَابف لاَ عَنْ رَسُول للهَّ صَلَّى للهَّ
فَمِنْھَا مَا عَلِمْنَا صِحَّتھ بِمَا دَلَّ عَلَیْھِ و لاَ ت كَذِّبُوھُم “ ثُمَّ أَ خْ بَارھمْ عَلَىث لاَ ثَة أَقْسَام
خِلاَ فھ مِنْ للهَّ أَ وْ سُنَّة رَسُولھ وَ مِنْھَا مَا عَلِمْنَا كَذِبھ بِمَا دَلَّ عَلَى الدَّلِیل مِنْ كِتَاب
فَھُوَ الْمَأْذُون فِي رِ وَ ایَتھ الْكِتَاب وَ السُّنَّة أَیْضًا وَ مِنْھَا مَا ھُوَ مَسْ كُوت عَنْھ )Tidak
patut ada riwayat seperti ini dalam ‘kitab
tauhid’.Subhana’llah. Ini bercanggah dengan pegangan
Ahl al-Sunnah tentang nabi-nabi itu ma’sum, apa lagi
hendak dikatakan ia ‘syirik dalam taat’ kepada Iblis.
(3)Al- Busiri dituduh syirik kerana menyebut ia minta
syafaat kepada nabi Hari Kiamat:
Pada Muhammad ibn ‘Abd al-Wahhab Al-Busiri syirik
kerana minta tolong nabi memberi syafaat
kepadanya:Ini ada dalam ‘al-Burdah’nya dalam bait
yang bermaksud : katanya :
أندادا ؟ فكیف بمن قال ما لى من ألوذ بھ قولھ صلى لله علیھ وسلم:أجعلتنى
سواك والبیتین بعده
Sabda baginda s.a.w. Adakah anda menjadikan aku
saingan bagi Allah? ( tentulah sahabat tidak
menjadikan nabi saingan bagi Allah dengan terkeluar
daripada mulutnya ’Apa yang dikehendaki Allah dan
apa yang dikehendaki oleh Muhammad’; (kemudian
kata pengarang kitab tauhid itu) ’Maka bagimanakah
pula dengan (al-Busiri pengarang ’al-Burdah’ yang
menyatakan ’bagaimanakah aku, (wahai nabi) siapakah
yang aku hendak minta (syafaat) selain daripada
engkau ’ dan dua bait lepas itu (iaitu pada hari yang
bencana terkena atas semua tanpa kecuali)?
Di sini ada tuduhan kepada pengarang ’al-Burdah’ –
Allah memberi rahmat kepadanya -, bahawa dengan
kata-kata meminta syafaat daripada nabi itu
(sebagaimana yang kisahnya ada dalam hadith sahih,
hanya nabi Muhammad sahaja yang memberi syafaat
uzma itu) , pada Hari hisab nanti, ia mengadakan
sekutu terhadap Allah. Ini berlawanan dengan akidah
Ahl al-Sunnah yang mengajarkan tentang syafaat uzma
ini, dan yang mengizinkan kita menyebut nama nabi
dalam doa.Bahkan dalam tahyatpun kita menyebut
’ayyuhannabi’ , wahai nabi, seolah-olah ia ’ada’ hampir
dengan kita.
(4)Mengikut mazhab syirik kafir; ini bercanggah dengan
ijma’ dalam Ahlissunnah , yakni orang awam wajib
mengikut mujtahid, sebagaimana yang jelas daripada
ayat Qur’an yang bermaksud ”Hendaklah kamu
bertanya kepada ahli ilmu (ahl al-dhikr) kalau tidak
mengetahui”.Dan ahli ilmu yang tertinggi dalam umat ini
dalam hubungan dengan Syariat ialah imam mujtahid.
Ada pandangan di kalangan mereka ini tentang
mengikut mazhab tertentu kafir-syirik sama dengan
kristian (nasara) mengambil rahib-rahib dan ahli-ahli
hukum agama sebagai tuhan-tuhan selain Allah.ini ada
dalam kitab ’Hal al-Muslim Mulzam bittiba’ Madhhab
Mu’ayyanin Minal-Madhahib al-Arba’ah?’ karangan al-
Khojandi al-Ma’sumi, yang menyatakan : قال الشیخ تقى الدین
والا قتل لان ھذا الایجاب اشراك بن تیمیھ : من أوجب تقلید امام بعینھ استتیب
فى التشریع الذى ھو من خصائص الربوبیة با Kata Syaikh Taqi al-
Din bin Taimiah: Sesiapa yang mewajibkan taklid
kepada seseorang imam tertentu (katakanlah Imam
Syafie, di Malaysia) maka hendalklah disuruh ia
bertaubat, kalau tidak ia mesti dibunuh, kerana
mewajibkan (mengikut imam tertentu, seperti yang
difaham dalam Ahl al-Sunnah nisbah bagi orang bukan
mujtahid adalah syirik terhadap Allah dalam tashri’ yang
ianya adalah satu daripada khususiah Sifat Rububiah
bagi Tuhan).(hal.55). Sudah tentu fahaman seperti ini
tidak selaras bahkan bercanggah dengan ijma’ Ahl al-
Sunnah tentang wajib mengikut imam orang yang
bukan mujtahid, asalkan imam yang mujtahid.Kalau
orang mujtahid haram ia mengikut orang lain.
Cara memahami agama seperti ini, yang tidak ada
dalam Ahlissunnah, mengingatkan kita kepada
maklumat bahawa pengarang ’Kitab Tauhid’ yang
disebut di atas (Muhammad ibn ’Abd al-Wahhab) , yang
menjadi ikutan bagi al-Khojandi al-Ma’sumi ini
menyatakan (muka 464); (ertinya): Keadaan berubah
(sedemikian rupa) sampai ke tahap jadilah pada
kebanyakan golongan majoriti bahawa beribadat
kepada rahib-rahib itu amalan yang paling afdal,
dipanggil sebagai darjah wali, dan beribadat kepada
orang-orang alim dalam hukum agama (ahbar) sebagai
ilmu dan fahaman yang dalam; kemudian perubahlah
hal keadaan sampai (ke tahap) disembah yang selain
daripada Allah porang yang bukan dalam kalangan
solihin, dan disembah dalam erti yang kedua itu orang
dari kalangan yang jahil. Ayat itu ialah:
:تغیّر الأحوال إلى ھذه الغایة، حتى صار عند الأكثرعبادة الرھبان ھي أفضل
الأعمال، وتسمى الولایة، وعبادة الأحبار ھي العلم والفقھ ثم تغیرت الحال إلى
أن عبد من دون لله من لیس من الصالحین، وعبد بالمعنى الثاني من ھو من
الجاھلین
Fahaman ini menyebabkan pengikutnya al-Khojandi al-
Ma’sumi memahami bahawa mewajibkan mengikut
mazhab imam tertentu adalah kesyirikan. Tidak
hairanlah orang seperti nasir al-Din al-Albani dalam
kitab ‘Solah al-Nabi’ menyerang pengikut mazhab dan
mengajak mereka sembahyang mengikut kitabnya,
dikatakan itulah ‘sembahyang nabi’ sembahyang dalam
mazhab adalah ‘sembahyang mengikut imam mazhab’,
itu boleh membawa kepada apa yang disebut oleh al-
Khojandi al-Ma’sumi. Subhana’Llah. Cara berfikir dan
memahami agama yang menyalahi ijma’ seperti ini
janganlah dibiarkan berkembang di Malaysia ini.Kalau
ia berada di negeri lain, itu soal lain pula. Kewajipan
kita ialah mula-mulanya menjaga negeri kita ini.
Tentang wajib mengikut imam mazhab ini menjadi
pegangan Ahl al-Sunnah wa al-jama’ah sebagaimana
yang disebutkan oleh al-Munawi rh dalam Syarah aljami’
al-Saghir :
katanya:
ویجب علینا أن نعتقد أن الأئمة الأربعة والسفیانین والأوزاعي وداود الظاھري
وإسحاق بن راھویھ وسائر الأئمة على ھدى ولا التفات لمن تكلم فیھم بما ھم
تعالى بریئون منھ والصحیح وفاقاً للجمھور أن المصیب في الفروع واحد و
فیما حكم علیھ أمارة وأن المجتھد كلف بإصابتھ وأن مخطئھ لا یأثم بل یؤجر
فمن أصاب فلھ أجران ومن أخطأ فأجر، نعم إن قصر المجتھد أثم اتفاقاً وعلى
غیر المجتھد أن یقلد مذھب اً.. فیمتنع تقلید غیر الأربعة في القضاء والافتاء لأن
المذاھب الأربعة انتشرت وتحررت حتى ظھر تقیید مطلقھا وتخصیص عامھا
بخلاف غیرھم لانقراض اتباعھم وقد نقل الإمام الرازي رحمھ لله تعالى إجماع
المحققین على منع العوام من تقلید أعیان الصحابة وأكابرھم انتھى .
Wajib atas kita beriktikad bahawa imam empat, Sufyan
yang dua itu (Sufyan bin ‘Uyainah dan Sufyan al-
Thauri) , Auza’I, Daud Zahiri, Ishaq bin Rahawaih, dan
lain-lain (imam mujtahid) berada dalam hidayat (yang
benar di jalan Allah) dan tidak diberikan perhatian
kepada orang-orang yang bercakap berkenaan dengan
mereka walhal mereka bersih daripada perkara itu;
yang sohih dan mengikut jumhur bahawa orang yang
benar dalam perkara furu’ satu pihak, dan terserah
kepada Allah tentang apa yang dihukumkan atasnya
sebagai tanda perjalanan [hidup beragama]; dan
mujtahid itu dipertanggungjawabkan untuk berusaha
mencari kebenaran dan oreang yang tersilap [kalau ia
mujtahid] tidak berdosa, bahkan diberi pahala; yang
betul mendapat dua pahala, kalau mujtahid itu taksir
[dalam usahanya, ia tak mencukupi syaratnya] ia
berdosa, itu ittifaq [ulama tentangnya]; dan orang yang
bukan mujtahid hendaklah mengikut mujtahid yang
tertentu (seperti Syafie, atau lainnya yang ada dalam
Ahl a-Sunnah wa al-Jama’ah); maka terlarang mengikut
yang lain daripada mazhab empat dalam membuat
keputusan hukum dan memberi fatwa, kerana mazhab
empat itu telah tersebar dan telah tertulis dengan
teguhnya sehingga jelas huraian tentang kaitan-kaitan
perkara mutlaknya , dan perkara-perkara yang bersifat
am daripada yang khususnya, lain halnya dengan
[aliran yang ] selain daripada [aliran] mereka kerana
para pengikutnya sudah tidak ada lagi; Imam Fakhr al-
Din al-Razi (mujaddib abad ke 7 Hijrah itu)
menyebutkan bahawa telah ijma’ ulama muhakkikin
bahawa orang awam tertegah daripada mengikut
peribadi-peribadi tertentu dalam kalangan Sahabat dan
para pemimpin besar mereka [kerana orang awam
tidak tahu tentang perjalanan mereka sebenarnyauem].
Dalam hubungan dengan ulama tasauf pula, jelas ahli
tasauf yang ditentang oleh golongan ini adalah
golongan Ahl a-Sunnah wa al-jama’ah yang sangat
dihormati sebagaimana yang dijelaskan oleh ‘Abd al-
Qahir al-Baghdadi rh dalam ‘al-Farq bain al-Firaq’
sewbagaimana yang tersebut dalam makalah penulis
ini berkenaan dengan golongan-golongan mukminin
dalam Ahl al-Sunnah wa al-jama’ah.
Ikut ulama fiqh, atau mujtahid dalam fiqh ialah mengikut
keilmuan dan muktabar, bukan menyembah ulama fiqh,
dan mengikut ajaran saufi atau memuliakan mereka,
meminta doa kepada Tuhan dengan menyebut
keberkatan bukan menyembah mereka. Itu tidak sama
dengan penyembah berhala.
(5)Tawassul syirik ini bercanggah dengan ijma’ Sunni.
Tawassul dengan makna ‘istighathah’ terdapat dalam
hadith riwayat al-Bukhari seperti berikut:)
روى البخاري عن رسول لله صلى لله علیھ وسلم أنھ قال:{ إن الشمس تدنو یوم
القیامة حتى یبلغ العرق نصف الأذن, فبینا ھم كذلك استغاثوا بآدم ثم بموسى ثم
بمحمد}, والتوسل والاستغاثة بمعنى واحد كما قال الحافظ اللغوي تقي الدین
السبكي الذي قال فیھ السیوطي إنھ حافظ مجتھد لغوي فقیھ أصولي نحوي متكلم.
(
Riwayat al-Bukhari dari Rasulullah salla’lahu ‘alaihi wa
sallam bahawa baginda bersabda: Sesungguhnya
matahari hampir pada hari kiamat sampai peluh ke
tahap separuh telinga [manusia], maka mereka
meminta pertolongan (istagahthu) dengan nabi Adam ,
kemudian dengan Musa, kemudian dengan Muhammad
).Tawassul dan istighathah (meminta tolong maknanya
satu) seperti dinyatakan oleh al-hafiz al-lughawi
Taqiyuddin al-Subki , yang berkenaan dengan itu
dikatakan oleh al-Suyuti, iaitu ia hafiz mujtahid lughawi
faqih usuli nahwi mutakallim) .
Syirik bertawassul kepada orang yang telah mati.Dalam
hubungan dengan tawassul, yang dikatakan syirik oleh
golongan Wahhabiyyah ini ini terdapat nasnya dalam
hadith nabi s.a.w.
Hadith berkenaan dengan tawassul (walaupun dalam
hubungan dengan nama orang yang sudah meninggal
dunia ialah seperti berikut:Diriwayatkan dalam hadith
ibn Majah , dengan sanad yang sahih, dari Abu Sa’id
al-Khudri rd katanya bahawa nabi s.a.w. bersabda:
‘Sesiapa yang keluar daripada rumahnya untuk
melakukan sembahyang, kemudian ia berdoa
katanya:”Wahai Tuhan, hamba bermohon dengan hak
mereka yang berdoa meminta kepada Engkau, dan
hamba memohon dengan hak mereka yang berjalan di
jalan ini menuju kepada Engkau, dengan hamba keluar
ini bukan dengan main-main , dengan sombong atau
menunjuk-nunjuk kelebihan diri, bukan untuk mendapat
nama. Hamba keluar hanya untuk mengelak daripada
murka Engkau dan untuk mendapat keredaan
Engkau.Oleh itu, hamba memohon, selamatkan hamba
daripada Api Neraka dan ampunlah dosa-dosa hamba,
kerana tidak ada siapa yang mengampunkan dosa
melainkan Engkau.’Allah akan memandang kepadanya
dengan kasihan belas dan tujuh puluh ribu malaikat
akan memohon ampun untuknya.( Diriwayatkan oleh
Musnad Ahmad (3.21) , ibn Majah (Masajid), al-
Mundhiri in al-Targhib (1:179),ibn Khuzayma dalam
Sahih, Ibn al-Sani, and Abu Nu`aym. Ghazali
menyebutnya dalam Ihya dan Iraqi menyebut ia hadith
hasan.. Nawawi menyebut dalam Ibn al-Sani dua jalur
riwayat dalam Adhkar dan menyatakan ia
lemah.Bagaimanapun Ibn Hajar al-`Asqalani
menyatakan pula ia hasan dalam al-Amali al-masriyya
(#54) dan takhrij kitab Nawawi , menyatakan bahawa
yang kemudian itu meninggalkan riwayat dari jalur Abu
Sa`id al-Khudri dan tidak menyebut riwayat Ibn Majah )
Dengan cara ini Nabi s.a.w. membuat tawassul bila ia
bersabda ’hamba memohon dengan hak mereka yang
meminta kepada Engkau” iaitu dengan setiap orang
yang beriman.Lebih lagi daripada itu baginda menyuruh
para Sahabatnya selalu menggunakan doa ini bila
mereka berdoa sebagaimana baginda melakukan
tawassul demikian. Generasdi salaf as-soleh dalam
umat ini dalam kalangan para Tabi’in selepas Sahabat
dan Tabit-tabi’in megamalkan doa ini bila mereka
keluar untuk sembahyang dan tidak ada yang
menolaknya.
Kemudian ada lagi riwayat berkenaan dengan amalan
ini. Riwayatnya ialah seperti berikut:Bila nabi s.a.w.
berdoa, dari riwayat Anas bin Malik : ‘Wahai Tuhan,
ampunkanlah bondaku, Fatimah binti Asad, dan
perluaskanlah tempat yang ditujunya itu (kuburnya),
dengan hak Nabi Engkau dan nabi-nabi yang dating
sebelumku” demikian seterusnya sehingga alkhir hadith
itu.Tabarani meriwayatkannya dalam al-Kabir.Ibn
Hibban dan al-Hakim menyatakan ianya
sahih.’Fatimah” ini ialah bonda Saidina ’Ali rd, yang
memelihara nabi s.a.w.Ibn Abi Shaiba meriwayatkan
laporan yang sama ; demikian juga riwayat yang ada
pada ibn ’Abd al-Barr dari ibn ’Abbas , dan Abu Nu’aim
pula dalam Hilyahnya dari Anas bin Malik,
sebagaimana Hafiz al-Suyuti menyebutnya dalam Jami’
al-Kabir.(Haithami menyebut dalam ’majma’ az-
Zawa’id’nya ’Sanad Tabarani ada mengandungi nama
Rawh bin Salah yang ada sedikit sebanyak kelemahan,
tetapi ibn Hibban dan al-Hakim menyebutnya sebagai
periwayat yang boleh dipercayai. Orang-orang lain dari
kalangan para periwayat adalah orang-orang yang
sahih hadithnya.Kemudian sebagaimana yang ada
dalam riwayat al-Tirmidhi, al-Nasa’i, al-Baihaqi dan al-
Tabarani bahawa seorang yang buta datang bertemu
dengan baginda s.a.w. katanya: ’Dokanlah kepada
Allah supaya membuang [penderitaan] saya ini. Nabi
s.a.w. bersabda: ‘kalau engkau mahu saya akan
berdoa, dan kalau engkau mahu engkau boleh
bersabar, itu lebih baik lagi [daripada memohon supaya
engkau celik].Kemudian baginda berdoa untuk orang itu
dan menyuruhnya [juga] ia mengambil wudhu’ dengan
baik dan membaca doa ini ’Wahai Tuhan, hamba
bermohon, menumpukan diri hamba kepada Engkau
melalui nabi Engkau Muhammad, Nabi Pembawa
Rahmat. Wahai Muhammad , hamba meminta kepada
Tuhan, dengan menyebut tuanhamba, dalam keperluan
hamba yang sangat, wahai Tuhan, terimalah
syafaatnya untuk hamba ini.’Kemudian orang itu
kembali pulang dan matanya celik boleh melihat.Al-
Bukhari meriwayat hadith ini dalam tarikhnya.Ibn
Majah, dan al-Hakim dalam ’al-Mustadrak’nya
menyebutnya dengan sanad yang sohih. Suyuti dalam
’al-Jami’ al-Kabir’ dan ’al-Saghir’ menyebutnya.Maka
tetaplah riwayat dan maklumat bahawa Nabi s.a.w.
menyruh orang buta itu berdoa dan memnyebutnya,
dan memohon kepada Allah dengan menyebut
namanya itu, supaya Ia kabulkan hajatnya.Kalau orang
yang mengikut fahaman Wahhabi itu berfikir nabi s.a.w.
tidak memberi keizinan untuk bertawassul seperti itu
selepas ia meninggal dunia, maka riwayat yang
berikutnya membuktikan bahawa itu bukan demikian
.Doa ini telah digunakan oleh para Sahabat dan Tabi’in
–Allah meredai mereka semuanya- untuk menunaikan
hajat mereka.At-Tabarani dan al-Bayhaqi meriwayatkan
bahawa ada seorang lelaki yang bertemu dengan
’Uthman bin ’Affan rd. Berkenaan dengan sesuatu
hajatnya; tetapi khalifah itu tidak menyelesaikan hal itu
dengan segera. Lelaki itu menyebut kepada ’Uthman
bin Hunaif yang memberi nasihat kepadanya: ’Pergilah
mengambil wudhu’. Kemudian pergi ke masjid dan
berdoa begini: ’wahai Tuhan, hamba meminta Engkau
dan menumpukan diriku kepadamu dengen menyebut
NabiMu Muhammad, Nabi Pembawa Rahmat, Wahai
Muhammad, hamba menumpukan diri hamba kepada
Tuhan dengan menyebut engkau, supaya Ia tunaikan
hajat hamba’.Kemudian sebutkan hajat engkau’Doa
itu::
) اللھم إني أسألك وأتَوجّھ إلیك بنبِیّنا محمد نبيّ الرحمة، یا محمّدُ إني أتَوجھُ بكَ
إلى ربّي في حاجتي لتُقضَى لي.(
Maka orang itu pun pergi dan ia lakukan benar-benar
mengikut apa yang diberitahu kepadanya itu, dan
kemudian ia pergi ke pintu kediaman ’Uthman bin
’Affan. Kemudian penjaga pintu datang kepadanya ,
memegang tangannya, lalu membawanya ke hadapan
’Uthman , dan menyuruhnya duduk dengannya.
’Uthman berkata:’Beritahu kepada saya apa keperluan
anda’, lalu ia menyebut hajatnya dan hajatnya
ditunaikan. Kemudian khalifah berkata kepadanya:’
Apa-apa hajat anda, sebutkan kepada saya’. Bila lelaki
itu keluar dari situ ia bertemu dengan ’Uthman bin
Hunaif , katanya: ’Mudah-mudahan Allah memberi
ganjaran kebaikan kepada anda kerana beliau tidak
akan melihat kepada hajat saya sehingga tuan
berbicara kepadanya untuk saya.’ Tetapi ibn Hunaif
berkata: ’Demi Allah, saya tidak bercakap dengan
baginda, tetapi saya melihat Rasulullah s.a.w. bila
orang buta datang bertemu dengannya dan merayu
berkenaan dengan matanya tidak boleh melihat’.
Perbuatan demikian ialah tawassul, dan orang itu
menyeru baginda s.a.w selepas wafatnya, atas dasar
bagindfa sedang hidup dalam kuburnya dan darjathya
ialah darjat syuhada’ yang Allah sebutkan bahawa
mereka itu hidup dan diberikan rezeki yang mulia di sisi
Tuhan.
Dalil boleh bertawassul secara ringkas?
اذكر دلیلاً على جواز التوسل؟
رواهُ الطبرانيُّ وصحَّحَھُ والذي فیھ من الأدلّةِ على جواز التوسل الحدیثُ الذي
أن یتوسل بھ فذھَبَ فتوسل بھ في أن الرسولَ صلى لله علیھ وسلم عَلَّم الأعمى
مما علّمَھُ رسولُ لله أن حالة غیبتھ وعادَ إلى مجلس النبي وقد أَبصر، وكانَ
الرحمة یا محمد إني یقول: ”اللھم إني أسألك وأتوجھ إلیك بنبیك محمد نبي
.”لي أتوجھ بك إلى ربي في حاجتي (ویسمي حاجتھ) لتقضى
Soalan;Apakah dalil yang menunjukkan boleh
bertawassul dengan nabi selepas wafatnya?
Jawab:
الحاضر؟ ما ھو الحدیث الذي یدل على جواز التوسل بغیر الحي
ومناداتھم التوسل بالأنبیاء والأولیاء جائز في حال حضرتھم وفي حال غیبتھم،
.الشرعیة جائزة في حال غیبتھم وفي حال حضرتھم كما دل على ذلك الأدلة
ومن الأدلة على جواز التوسل الحدیث الذي رواه الطبراني وصححھ والذي فیھ
أن الرسول صلى لله علیھ وسلم علم الأعمى أن یتوسل بھ فذھب فتوسل بھ في
وعاد إلى مجلس النبي وقد أَبصر، وكان مما علمھ رسول لله أن حالة غیبتھ
وأتوجھ إلیك بنبیك محمد نبي الرحمة یا محمد إني یقول: ”اللھم إني أسألك
حاجتھ) لتقضى لي“.فبھذا الحدیث بطل أتوجھ بك إلى ربي في حاجتي (ویسمي
ھذا الأعمى لم یكن حاضرا زعمھم أنھ لا یجوز التوسل إلا بالحي الحاضر، لأن
بن حنیف قال في المجلس حین توسل برسول لله بدلیل أن راوي الحدیث عثمان
علینا لما روى حدیث الأعمى: ”فولله ما تفرقنا ولا طال بنا المجلس حتى دخل
الرجل وقد أَبصر“.فمن قولھ: ”حتى دخل علینا“، علمنا أن ھذا الرجل لم یكن
.حاضرا في المجلس حین توسل برسول لله
وفاتھ؟ ما الدلیل على جواز التوسل برسول لله بعد
بن الدلیل على جواز التوسل برسول لله بعد وفاتھ فیؤخذ أیضا من حدیث عثمان
حنیف الذي رواه الطبراني وصححھ فإن فیھ أنھ علم رجلا ھذا الدعاء الذي فیھ
برسول لله لأنھ كان لھ حاجة عند سیدنا عثمان بن عفان في خلافتھ وما توسل
الاجتماع بھ حتى قرأ ھذا الدعاء، فتیسر أمره بسرعة وقضى لھ كان یتیسر لھ
.حاجتھ سیدنا عثمان بن عفان
Kalau orang kata: istighathah kepada Rasul selepas
wafatnya syirik apa jawabnya?
الرد على قولھم ”إن الاستغاثة بالرسول بعد وفاتھ شرك“ ؟
البیھقي بإسناد صَحِیح عن مالك الدار وكانَ خازن عمر قال : أصاب الناس رَ وى
عمر فجاء رجل إلى قبر النبي صلى لله علیھ وسلم فقال: یا قحط في زمان
فَإنَّھُم قَدْ ھلكوا فأتي الرجل في المنام فقِیْلَ لَھ : أقرىء رسول لله استسق لأمتك
أنھم یسقون، وقُلْ لَھ : علیك الكیس الكیس. فأَتَى الرجل عمر عمر السلام وأخبره
عمر وقَال : یا رَبّ مَا ءَالُو إلا مَا عَجَزْتُ . وقَد جاءَ فيت فْسِیرِ ھذَا فأَخْ برَ هُ، فَبكَى
الرجل أنّھُ بلال بن الحارث المزني الصحابي. فما حصل من ھذا الصحابي
وبھذا الأثر یبطل أیضًا قول الوھابیة إن الاستغاثة بالرسول بعد .استغاثة وتوسل
شرك وفاتھ
Menolak pendapat mereka yang menyatakan
’Beristighathah dengan Rasul s.a.w selepas wafatnya
adalah kesyirikan’. Diriwayatkan oleh al-Baihaqi dengan
sanad yang sohih daripada , ia Malik al-Dar ia adalah
penjaga perbendahraan ’Umar , katanya : Orang ramai
mengalami kemarau zaman ’Umar, maka seorang lelaki
datang ke makam nabi s.a.w. katanya: Wahai
Rasulullah, mintalah untuk umat tuanhamba , mereka
mengalami kebencanaan.Kemudian lelaki itu mendapat
mimpi dalam tidurnya, dikatakan kepadanya :Berilah
salam [dariku] kepada ’Umar bahawa mereka akan
mendapat hujan.Anda katakan kepadanya: Hendaklah
tuan bersikap bijak, bersikap bijak.Maka lelaki itu
datang kepada Umar dan memberitahu perkara itu
kepadanya; ’Umar menangis lalu berkata: Wahai Tuhan
hamba tidak membuat permintaan melainkan kerana
hamba lemah.Datang keterangan bahawa lelaki itu
ialah Bilal bin al-Harith al-Muzani seorang sahabat
[Rasulullah s.a.w.]. Maka yang terhasil daripada
sahabat ini ialah istighathah dan tawassul. Athar ini
membatalkan pendapat Wahabiah bahawa istighathah
dengan Rasulullah selepazs wafatnya adalah
kesyirikan.
(6)Syafaat syirikSyirik minta syafaat adalah fahaman
yang bercanggah dengan Ahl al-Sunnah wa aljama’ah.
Ini kerana syafaat itu disebutkan dalam hadith
yang sohih.Antaranya ialah:
(7)Amalan yg hidup tak sampai kepada si mati adalah
bercanggah dengan ijma’
Amalan org hidup tak sampai kepada si mati
bercanggah dengan ijma’. (18)Amalan org hidup tak
sampai kepada si matiDlm pegangan Sunni, ijma’ ,
sampai.Orang yg kata tak sampai ia termasuk ahli
bid’ah. Mausu’ah al-Ijma’ fil-Fiqhil-islami oleh Sa’di Abu
Jaib.
) ان المیت یلحقھ ثواب بعد موتھ باجماع الامة .وخالف بعض أصحاب الكلام
وھو قول باطل لا یعتد بھ.وان الدعاء یصل ثوابھ الى المیت بالاجماع
Sesungguhnya pahala sampai kepada mayat selepas
daripada matinya mengikut ijma’ umat Islam; dan doa
sampai pahalanya kepada si mati mengikut ijma’ umat
Islam ).
(8)Syirik kecil tak terpisah dpd syirik besar vs ijma’·
syirik kecil itu sebahagian yang tidak terpisah daripada
syirik besar, yang membawa kepada menghalalkan
darah orang yang terlibat di dalamnya;
(9)Tauhid ulama ahl al-sunnah dituduh sebagai salah
.Ini menyalahi ijma’· atau tuduhan bahawa kefahaman
ulama Ahlis-Sunnah tentang tauhid umumnya
salah;Muhammad ‘Abd al-Wahhab dan mereka yang
mengikutinya (yang terkena pengaruh pembahagian
tauhid kepada tiga, tauhid rububiyyah, uluhiyyah dan
asma’ wassifat) membahagikan tauhid kepada tiga itu
adalah perkara yang tidak ada dalam Ahlissunnah
waljamaah: ia tidak ada dalam Qur’an, hadith, tidak ada
dalam kalangan sahabat, tabi’in, tabi’it-tabi’in, demikian
seterusnya (tidak ada dalam kalangan generasi Salaf);
ia hanya ada pada abad ke lapan. Ertinya selama tujuh
abad umat Islam bertauhid dengan tauhid yang
difahamkan itu, tanpa membahagikannya kepada tiga.·
Akibat daripada pembahagian kepada tiga itu timbul
sangkaan (yang tidak ada alas an dalam system
peristilahan dan makna pengetahuan Ahlissunnah)
bahawa penyembah berhala itu bertauhid dengan
tauhid rububiyyah dengan mereka mengakui adanya
Tuhan yang menjadikan langit dan bumi; hanya tidak
bertauhid dengan tauhid uluhiyyah kerana tidak taat
kepada Allah dan menyembahnya. Dengan itu maka
Orang Islam yang mengakui Tuhan Esa dan tidak
beramal dengan baik agamanya ia hanya bertauhid
dengan tauhid rububiyyah, sama dengan penyembah
berhala juga yang bertauhid dengan tauhid rububiyyah
sahaja. Kedua-dua penyembah berhala dan orang
islam yang bertawassul dan m eminta berkat dikubur
para wali adalah sama dalam bertauhid dengan tauhid
rububiyyah; dengan itu orang Islam sudah menjadi
penyembah berhala; hukum atasnya adalah hukum
penyembah berhala; maka halallah darah dan
hartanya. Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun.· Mana
mungkin penyembah berhala dikatakan bertauhid
dengan tauhid rububiyyah? Dia tidak mempunyai tauhid
dalam apa-apa pengertian dan segi sekalipun sebab ia
musyrik penyembah berhala.Bagaimanakah system
peristilahan Syarfa’ ini dipermain-mainkan sampai
penyembah berhala pun dikatakan ada bertauhid? Ini
tidak pernah ada dalam sejarah perkembangan ilmu
teologi Sunni. Kemudian pembahagian tauhid kepada
tiga itupun tidak ada dalilnya dalam nas-nas yang
diterima oleh Ahlissunnah. Dengan itu konsep
pembahagian tauhid kepada tida ini mesti disemak
kembali. Ini kerana beberapa sebab : sebab tidak ada
dalil dan nas yang diterima dalam Ahlissunnah; ia
bercanggah dengan tauhid Ahlissunnah waljamaah
yang dihuraikan secara definitif oleh Imam Asy’ari dan
al-Maturidi dan imam-imam selepas mereka.; satu
laginya sebab ia membolehkan orang menyamakan
orang yang beriman yang beramal dengan bertawassul
dan meminta berkat di kubur solihin dengan
penyembah-penyembah berhala dan mengenakan
hukum penyembah berhala ke atas mereka; dan sudah
tentu inilah tauhid yang memusnahkan kerajaan
Uthmaniah, khilafah Islam yang terakhir dalam zaman
moden.Kita mesti kembali kepada tauhid mainstream
yang benar dan menyelamatkan, bukan yang salah dan
mencelakakan.Nau’dhu billahi min dhalik.(Dalam ayat
yang digunakan untuk membuktikan yang golongan
musyrikin itu bertauhid dengan tauhid rububiyyah
terdapat kenyataan daripada Tuhan sendiri yang
golongan itu pembohong dan kafir -)
إن لله لا یھدي من ھو كاذب كفار ) ) ما نعبدھم إلا لیقربونا إلى لله زلفى إن
. لله یحكم بینھم في ما ھم فیھ یختلفون الزمر : 3
(Allah memberi gambaran yang mereka adalah
‘kadhibun kaffar’ –bohong dan terlalu am,at kafir
sekali.Bagaimanakah ayat ini boleh digunakan untuk
memanggil mereka itu ‘bertauhid dengan tauhid
rububiyyah’ sebab mereka adalah penyembah berhala;
penyembah b erhala tidak mungkin bertauhid dengan
apa-apa kategori tauhid sekalipun sebab mereka
musyrikin. Subhana’Llah.(10)Abu Jahal lebih tahu hal la
ilaha illallah dpd ulama Islam vs ijma’· atau Abu Jahal
lebih mengetahui tentang la ilaha illa’Llah daripada
ulama Islam;
(11)Syirkik bermula dimuka bumi dengan perbuatan
ahli agama vs ijma’· atau tuduhan bahawa kesyirikan di
muka bumi bermula dengan perbuatan ahli ilmu dan
agama, kerana mereka cinta kepada para wali; ini
timbul daripada sangkaan yang salah bahawa mengikut
ulama adalah menyembah mereka, oleh itu syirik dan
kufur. Na’udhu biollahi kin dhalik.
(12)Kufar lebih tahu hal kufr mereka daripada orang
beriman bercanggah dengan ijma’atau tuduhan bahawa
para kufar yang mengetahui tentang kekufuran mereka
adalah lebih baik terbimbing daripada orang-orang
yang beriman -inna’l-kuffara ‘lladhina ya’rifuna kufran
ahda sabilan minal-mu’minin
(13)Qadi al-qudah dianggap sama seperti shah anshah
ini berlawanan dengan pendirian ulama
Ahlissunnah yang membenarkan penggunaan ’qadi alqudah’.
atau tuduhan bahawa panggilan “qadil-qudah” -
kadhi dari sekelian kadhi - sama dengan “Syahin-syahraja
sekelian raja” (yang membawa kepada
menghukumkan orang yang berkenaan kafir) (lihat ‘al-
Jami’ al-Farid’ terbitan Muhammad Ibrahim al-Nu’man,
tanpa tarikh, hal.173; dalam Ahlissunnah gelaran itu
adalah untuk ketua kadi-kadi, bukan dianggap syirik).
)باب)التسمیة بقاضي القضاة ونحوھفي الصحیح عن أبي ھریرة رضي لله
عنھ، عن النبي صلى لله علیھ وسلم قال: (إن أخنع اسم عند لله: رجل تسمى
ملك الأملاك، لا مالك إلا لله).قال سفیان :مثل (شاھان شاه).وفي روایة: (أغیظ
رجل على لله یوم القیامة وأخبثھ). قولھ (أخنع (یعني أوضع).
(14)Allah ada dua tangan etc vs ijma’atau sampai
membawa kepada fahaman bahawa Allah s.w.t.
”mempunyai Dua Tangan, tangan kanan memegang
langit dan yang satu lagi memegang bumi..(dan) Allah
berada atas Arasy (anna’Llah fauqa’l-’Arsh).” (Lihat
kitab ’al-Jami’ al-Farid’ hal.214, yang membawa kepada
fahaman mujassimah, yakni fahaman bahawa Tuhan
berjisim dan itu menyalahi ijma’).(15)Sifat dua puluh
bid’ah? Ini berkaitan dengan persoalan di bawah.
(16)Tauhid rububiyyah, uluhiyyah dan tauhid asma’
wassifat oleh ibn TaimiyyahTidak ada sandaran dari
Qur’an, Sunnah, ijma’, dan ulama Salaf.Ia pendapat
peribadi ibn Taimiyyah.Adakah patut ada pihak
menyatakan bahawa sifat-sifat Tuhan sebagaimana
yang ada dalam ajaran Imam Ash’ari dan Maturidi itu
bid’ah, walhal sifat-sifat itu ada dalam Qur’an dan
Sunnah dan diijma’kan.Kalau mereka mengajarkan
tauhid yang dibahagikan kepada tiga itu dan tidak
menyesatkan golongan Ash’ari dan Maturidi serta
mengakui kebenaran mereka, itu tidak menjadi
masalah sangat.Tetapi bila mereka membid’ahkan, dan
bahkan setengahnya mengkafirkan, golongan Ash’ari
dan Maturidi, [dan dengan itu ulama Dunia Melayu
sebab semuanya mengikut aliran ini, itu menjadi
masalah yang paling besar ].Ini menjadi fitnah besar
dan membawa kegoncangan akidah dan keresahan
sosial di negara ini.(17)Qunut, tahlil, baca yasin
bid’aahBidaah qunut, tahlil arwah, berzikir beramairamai,
membuat jamuan bila ada kematian serta ada
tahlil, maulid al-nabiQunut adalah berdasarkan hadith
riwayat al-Hakim yang diterima olehnya.Tahlil beramairamai
ada sandarannya dalam beberapa hadith sahih
yang disebut dalam ’al-Hawi lil-Fatawi’ jilid II oleh al-
Suyuti. Pahala tahlil itu sampai kepada si mati mengikut
ijma’. Kalau mereka tidak menerima pendapat ini
sekurang-kurangnya mereka mengamalkan adab-adab
berbeza pendapat. Tentang majlis maulid al-nabi itu
walaupun tidak dilakukan zaman nabi s.a.w. ia perkara
yang mendatangkan kebaikan, dan boleh diambil dalil
daripada ayat Qur’an yang bermaksud:”Dan ni’amat
Tuhan kamu hendallah kamu menyebutnyebutnya”.
Maka niamat manakah yang lebih besar
daripada Tuhan mengutuskan nabi s.a.w. ke alam ini ,
dan itu patut sangat disebut-sebutkan? Dan tidakkah itu
yang dilakukan dalam majlis-majlis maulid alnabi?
Dalam Ahlissunnah wa al-Jamaah ’bid’ah’ ada
yang baik dan yang tidak sebagaimana yang
disebutkan oleh Imam Syafie rd, Imam al-Ghazali, dan
lain-lainnya, termasuk ’Izzuddin ibn ’Abd al-
Salam.Pembahagian itu juga disebutkan oleh
pensyarah-pensyarah hadith Bukhari, Muslim, al-
Tirmidhi, al-Nasa’i dan lain-lainnya. Bid’ah yang tertolak
itu adalah yang tidak ada asalnya pada Qur’an ,
Sunnah atau Ijma’.Yang ada asalnya pada puncapunca
itu bukan bid’ah pada syara’ walaupun dari segi
lafaz zahirnya ia bid’ah.
(18)Bid’ah mengadakan majlis maulid al-nabi s.a.w.
Bagaimana berita terkini menunjukkan bahawa di
negeri Aarab Saudi diadakan majlis maulid al-nabi
baru-baru ini dihadiri oleh Syaikh Salman sendiri yang
tidak menunjukkan penentangannya terhadap amalan
itu.Pada kita dalam Ahlissunnah ini antara lainnya
berdasarkan ayat Qur’an yang bermaksud ”Adapun
ni’mat Tuhanmu hendaklah kamu menyebutnyebutnya”.
Dan tidak ada ni’mat yang lebih besar
daripada Tuhan mengutuskan nabiNya kepada umat
manusia untuk memberi bimbingan kepada mereka.
Dan tidakkah perlu itu disebut-sebutkan, apa lagi dalam
majlis maulidnya?
Mungkin boleh diperhatikan adanya surat-surat yang
dikatakan ditulis olem Muhammad bin ’Abdul Wahhab
di salah sebuah universiti di Asia Barat yang
menunjukkan bahawa beliau : tidak menganggap
umum orang Islam kafir seperti penyembah berhala
semenjak enam ratus tahun sebelum kemunculannya,
tidak menganggap kafir amalan meminta syafaat,
istighathah, meminta berkat dan yang sepertinya, tidak
menentang kerajaan Uthmaniyyah, tidak menganggap
mengikut mazhab menyebabkan kufur, tidak
menganggap tasawwuf membawa kepada kufur, dan
tidak menghalalkan darah dan harta sesama Muslimin
kalau mereka mengamalkan dosa besar, seperti
bertawasul, demikian seterusnya. Maklumat ini,
kalaupun benar, perlu dilihat dalam neraca ’track
record’nya, dan juga kemunculan kitab-kitab dengan
aliran yang tertentu itu, juga beberapa tokoh semasa
yang mencanang aliran berfikir seperti itu misalnya al-
Albani , al-Khojandi al-Ma’sumi, dan lain-lainnya.
Keseluruhan perhatian terhadap aliran ini, tokohtokohnya
dan juga peristiwa sejarah menuntuk kita
supaya mengecualikan diri daripada cara memahami
agama secara demikian dan kita mesti merujuk kembali
kepada wacana ilm u Ahlissunnah waljamaah yang
sepadu dan baku. Itulah jalan selamat yang satusatunya
dibuka oleh Tuhan untuk kita. Allahumma
sallimna wal-Muslimin.Amin.
Tentang bahaya bahaya cara berfikir aliran ini kepada
amalan agama dan keselamatan Negara kalau ia
merebak jelas daripada sejarah , ini boleh difahami dari
‘track record’nya , dan implikasi ajarannya.
‘Track record’ dengan kerajaan ‘Uthmaniyyah,
bagaimana ia menganggap ulil amr kerajaan itu
sebagai ‘tidak Islam’ dan seterusnyaBagaimana ia
menentang dan memberontak walhal tidak ada mazhab
Ahlissunnah yang membolehkan yang demikian
itu.Tabiatnya yang seperti Khawarij zaman klasik yang
berperang dengan golongan yang tidak bersetuju
dengan mereka.Mereka senang menghalalkan darah
dan harta orang lain, sebagaimana yang jelas dalam
sejarah , dan ajaran mereka.Maka perlu diawasi
supaya ia tidak berkembang kepada rakyat
MalaysiaPenyebarannya mesti disekat, melainkan
dalam kalangan mereka yang asalnya bermazhab
demilkian. Wallahu a’lam.
Jelas dalam neraca sistem ilmu Ahlissunnah bahawa
ajaran Muhammad bin ‘Abd al-Wahhab, pada beberapa
perkara asasi, dari segi akidah dan syariatnya serta
akhlak dan ajaran rohaniahnya tidak mengikut ajaran
Ahlissunnah wal-Jama’ah yang menjadi pegangan
majoriti umat Islam.Pembahagian tauhidnya kepada
tiga, yang membawa kepada menyamakan Orang
Islam dengan penyembah berhala, dan hukum yang
berikutnya,huraiannya tentang syahadah, sikapnya
menentang aliran Imam Asy’ari dengan terang-terang,
konsepnya tentang taklid dan bid’ah, sikapnya yang
negatif terhadap ulul-amri sebagaimana yang jeas
berhuibungan dengan khilafah Uthmaniah, sikapnya
menjadikan mazhab empat sebagai sesuatu yang
negatif, peringanan ijma’, demikian seterusnya
memberi pendekatan dan kedudukan yang berlainan
sama sekali daripadaAhlissunnah.Sudah tentu ini
bercanggah sekali dengan apa yang menjadi pegangan
di negeri ini. Sayangnya golongan ini sedang
mencanangkan bahawa merekalah adalah yang
Ahlissunnah sebenarnya dan golongan lain tidak
Ahlissunnah.Mereka adalah saudara-saudara kita yang
membid’ah bahkan kadang-kadang mengkafirkan kita.
Cara berfikir dan sikap sedemikian perlu jangan
dibiarkan berkembang di kalangan Muslimin
Malaysia.Sebagaimana yang dinyhatakan oleh al-
Mawardi rh dalam ’al-Ahkam al-Sultaniyyah’ uliamri
negeri ini bertanggungjawab untuk menjaga supaya
ajaran dan amalan Ahlissunnah waljamaah tidak
terganggu.Wallahu a’lam.
Kemudian ia seterusnya memberi penerangan
menentang saudaranya dengan menghuraikan
kesilapan Muhammad ibn ’Abd al-Wahhab memberi
hurain mengkafirkan orang Islam dengan senangnya
kerana fahamannya yang tidak tepat itu
}.فصل} اذا فھمتم ما تقدم فانكم الآن تكفرون من شھد ان لا الھ ا لا لله وحده و
ا ن محمدا عبده و رسولھ و اقام الصلاة و آتى الزكاة و صام رمضان و حج
و ملائكتھ و كتبھ و رسلھ ملتزما لجمیع شعائر الاسلام و البیت مؤمنا با
تجعلونھمكفارا و بلادھم بلاد حرب فنحن نسئلكم من امامكم في ذلك و ممن
و الذي منھم ما اخذتم ھذاالمذھب عنھ فان قلتم كفرناھم لانھم مشركون با
لانھ سبحانھ قال (اِنَّ لله لای غْ فِرُ ا نی شْرَك لمیكفر من اشرك با اشرك با
بِ ه * النساء: ٤٨ ) وما في معناھا من الآیات و ان اھل العلم قد عدوا في
{قلنا}حق الآیات حق و كلام اھل العلم حق و لكن اھل المكفرات من اشرك با
شریكا كقول المشركین ھؤلاء ایادعى ان العلم قالوا في تفسیر اشرك باشركاؤنا و قولھ تعالى (وَ مَا نَرَى مَعَك م - ٢٠ -شُفَعَآءَكُمُ ا لَّذِینَ زَعَمْتُمْ ا نھمْ فِي ) كمْ شُرَ كاؤُ ا * الانعام: ٩٤
arus perdana umat Islam semenjak dari awal
sejarahnya sampai sekarang.Ia menimbulkan sistem
huarain ilmu berkenaan dengan akidah, syari’at,
kerohanian, dan akhlak. Inilah yang merupakan sistem
ilmu yang menjadi paksi dan dasar umat ini. Sistem
ilmu yang berpunca daripada wahyu, nubuwwah, ijma’,
pengamatan manusia berpengetahuan yang muktabar
ini tersus menerus memandu umat ini dalam perjalanan
sejarahnya. Walaupun ada gangguan-gangguan aliran
yang bersifat serpihan muncul dari semasa ke semasa,
arus perdana ini terus menerus berjalan memberi
panduan kepada umat. Antara aliran yang muncul
dalam abad ke lapan belas yang bersifat serpihan ini
ialah aliran yang timbul daripada Muhammad bin ’Abd
al-Wahhab dari Najd. Maka dalam nota ringkas ini akan
dibicarakan beberapa perkara pokok berkenaan
dengan ajaran Muhammad ibn ‘Abd al-Wahhab yang
menyentuh konsep tauhid dan syahadah serta
implikasi-implikasi daripada ajaran yang demikian
dengan menyebut juga beberapa fakta sejarah . Dalam
huraian ringkas ini juga akan disebutkan soal mengikut
mazhab dan amalan-amalan yang dikirakan bid’ah dan
sesat oleh kelompok ini. Fakta-fakta yang dibicarakan
diambil daripada rujukan-rujukan yang ‘primary’ dan
juga teks-teks yang muktabar.Sorotan akan diberikan
mengikut panduan sistem ilmu Ahlissunnah waljamaah
atau epistemologinya.Implikasi-implikasi pendekatan itu
akan diperhatikan, berdasarkan kepada pendekatan itu,
contoh-contoh sejarah tentangnya, dan kemungkinankemungkminan
yang boleh timbul akibat daripada
pengembangan pendekatan itu.Kita boleh bermula
dengan menyebut pengasasnya sendiri, Muhammad
ibn ‘Abd al-Wahhab.Dari buku ‘Tarikh al-madhahib alislamiyyah’
oleh Imam Muhammad Abu Zahrah
tdrdapat beberapa maklumat pokok berkenaan
dengannya:Muncul dalam negeri Arab, di kawasan
padang pasir, akibat terlampau memuliakan peribadiperibadi
dan mengambil berkat dengan mereka (pada
pandangan Wahhabi).Berdamping dengan Allah
dengan melawat kubur mereka, akibat banyak bid’ahbid’ah
yang bukan daripada perkara agama (‘laisat
mina’d-din). Wahhabiyyah muncul untuk memerangi itu
semua, dihidupkannya mazhab ibn
Taimiyyah.Muhammad ibn ‘Abd al-Wahhab meninggal
tahun 1787, mempelajari teks-teks ibn Taimiyyah;
zamannya ibn Taimiyyah tidak tersebar ajarannya dan
ia tidak terkenal.Dalam zamaan Sultan Salim III (1204-
1222) antara fitnah-fitnah yang muncul ialah fitnah
Wahhabiyyah yang bermula dengan gerakan
Muhammad bin ‘Abd al-Wahhab di Hejaz, mereka
mengambil al-Haramain dari pemerintahan
‘Uthmaniyyah, menghalang orang menunaikan haji dari
Syam, dan Mesir , antara lainnya.Dalam buku
berkenaan dengan ulama-ulama mazhab Hanbali
karangan Syaikh Muhammad bin ‘Abdullah al-Hanbali,
mufti mazhab Hanbali di Mekah (men.1295 H), berjudul
‘Al-Suhub al-Wabilah ‘ala Dara’ih al-Hanabilah’
disebutkan ( Maktabah al-Imam Ahmad, 1989,hal 275
)bahawa ‘Abd al-Wahhab bin Sulaiman al-Najdi adalah
“bapa kepada Muhammad penggerak da’wah (sahib alda’wah)
yang tersebar keburukannya di bumi (intashara
shararuha fil afaq) , tetapi ada kelainan antara mereka
berdua itu, bagaimanapun Muhammad tidak
menzahirkan dakwahnya melainkan selepas mati
bapanya itu; dan diberitahu kepada saya (kata
pengarang ‘al-Suhub al-Wabilah’) oleh olrang semasa
dengan Muhammad ibn ‘Abd al-Wahhab bahawa
bapanya marah dengan anaknya itu kerana ia tidak rela
menggunakan masanya untuk menekuni ilmu fiqh atau
kefahaman sebagaimana mereka yang
terdahulu…demikian pula anaknya Sulaiman saudara
kepada Muhammad (ibn ‘Abd al-Wahhab) tidak
bersetuju dengannya dalam dakwahnya dan menulis
kitab dengan sedemikian baiknya menyanggahinya
dengan menggunakan ayat-ayat Qur’an dan hadithhadith
… dan (Muhammad ibn ‘Abd al-Wahhab) tidak
memandang kepada pendapat ulama [yang dahulu
atau yang kemudian] siapa juga orangnya selain
daripada Syaikh Taqiyuddin ibn Taimiyyah dan
muridnya ibn al-Qayyim; beliau memandang pendapat
kedua orang itu sebagai nas yang tidak diterima ta’wil
…”(hal 275).Disebutkan oleh Muhammad Abu Zahrah
bahawa berlaku peperangan antara golongan Wahhabi
dan Syarif Makkah, Syarif Ghalib ibn Bu Sa’id yang
dilantik oleh Sultan Turki untuk mewakilinya mentadbir
dan memerintah kawasan Hijaz.Sebelum itu pihak
Wahhabi mula membina kekuasaan dan pengaruhnya
di kalangan Orang Arab dalam kawasan mereka.
Mereka membunuh Muslimin dalam prose situ,
menghalalkan mengambil harta mereka dan
menangkap para wanita mereka. Ini bermula dengan
ajaran Muhammad ibn ’Abd al-Wahhab yang berasal
dari bani Tamim.Dalam ’Tarikh Najdin’ tersebut bahawa
golongan Wahhabiyyah menentang kerajaan
’Uthmaniyyah kerana dianggapnya kerajaan itu syirik
dan kafir kerana mengamalkan tawassul dan berdoa di
kubur orang-orang yang mati. Kenyataan tentangnya
seperti berikut (selepas menyebut bahawa manusia
zaman kita bukan menyembah malaikat dan ’Isa, tetapi
’menyembah manusia ( yad’una unasan):
)، فقد اعتبر الشیخ محمد بن عبد الوھاب عامة المسلمین كفارا ومشركین
ومرتدین كأھل الجاھلیة الأولى ، أو أضل منھا ، وقال:“ ان أكثر الخلق قد لعب
، وأخرجھ في قالب حب الصالحین بھم الشیطان و زیَّن لھم الشرك با
وتعظیمھم“.“وإن المشركین في زماننا أضل من الكفار الذین في زمان رسول
لله .. فلا یخفى علیكم ما ملأ الأرض من الشرك الأكبر : عبادة الأصنام:( ”
Syaikh Muhammad ibn ‘Abd al-Wahhab sesungguhnya
menganggap bahawa umum Muslimin adalah kafir ,
musyrik, dan murtad seperti ahli Jahiliyyah zaman awal
, atau lebih sesat lagi daripada itu.Kata beliau
;’Sesungguhnya kebanyakan manusia dipermainkan
oleh syaitan dan Syaitan menampakkan cantik kepada
mereka perbuatan syirik mereka terhadap Allah, dan Ia
menjadikan keluar daripada mereka kasih kepada
orang-orang yang solih dan membesar-besarkan
mereka.Sesungguhnya orang-orang [Muslimin yang
menjadi] musyrikin zaman kita ini lebih sesat lagi
daripada orang kafir zaman Rasulullah s.a.w.Maka
tidak terselindung lagi daripada anda bahawa syirik
terbesar memenuhi bumi, iaitu menyembah
berhala”.(Kalau itu dikaitkan dengan hadith yang
menyebut manusia akhirnya menyemb ah berhala pada
zaman kemudian, maka itu bukan berlaku atas mereka
yang beriman, tetapi atas mereka yang masih ada
selepas daripada mati semua orang yang beriman
kerana angin halus seperti sutera, selepas itu yang
tinggal adalah makhluk yang seburuk-buruknya,
mereka itulah yang menyembah berhala, bukannya
orang-orang soleh yang melawat kubur auliya’ dan
meminta keberkatan daripada mereka atau
bertrawassul dengan mereka).(ini ada dalam hadith
sahih al-Bukhari berkenaan dengan matinya sekelian
mereka yang beriman dengan angin yang halus seperti
sutera itu).Dalam hubungan dengan kerajaan
’Uthmaniyyah, bila wakil kerajaan ’Uthmaniyyah hendak
meminta perjanjian perdamaian (’al-hudnah wa al-sulh)
maka dijawab dalam surat kepada rombongan itu
seperti berikut:
)، جاء فیھا ”:وأما المھادنة والمسابلة على غیر الاسلام ، فھذا أمر محال ،
بحول لله وقوتھ ، وأنت تفھم أن ھذا أمر طلبتموه منا مرة بعد مرة … وبذلتم
الجزیة على أنفسكم كل سنة ثلاثین ألف مثقال ذھبا ، فلم نقبل منكم ولم نجبكم
بالمھادنة ، فان قبلتم الاسلام فخیرتھا لكم وھو مطلبنا ، وان تولیتم فنقول كما
قال لله تعالى: (فان تولوا فانما ھم في شقاق فسیكفیكھم لله وھو السمیع العلیم(
Ada dalam surat [’yang berkenaan itu] ’Adapun
berdamai dan memberi laluan kepada yang bukan
Islam, itu perkara yang tidak mungkin, dengan daya
dan upaya Allah, dan anda faham bahawa ini suatu
perkara yang anda minta dari kami kali demi kali…Dan
anda memberi jizyah atas diri anda semua tiap-tiap
tahun tiga puluh ribu mithqal emas, walhal kami tidak
menerima daripada kamu, dan kami tidak memberi
jawapan kepada kamu dengan perdamaian, maka
sesungguhnya kalau anda menerima Islam, itu baik
bagi kamu dan itu yang kami tuntut; kalau anda
berpaling, maka kami katakan, sebagaimana yang
difirmankan Allah taa’a:’Maka kalau mereka berpaling
maka mereka berada dalam permusuhan [dengan
kamu] maka memadailah Allah untuk kamu, Ia Maha
Mendengar lagi Maha Mengetahui” (al-
Baqarah.137).Berlakulah penentangan terhadap
’Uthmaniyyah itu , sehingga akhirnya, dengan mereka
menolong British dan Prancis, jatuhlah keranaan itu,
walaupun itu bukan satu-satunya faktor kejatuhan,
tetapi ia satu daripada faktor-faktor yang membawa
kepada kejatuhan itu.Tidak ada mazhab fikh dalam
Ahlissumnnah yang mengizinkan ulil-amri itu
disanggahi demikian.Disebutkan dalam kitab
Muhammad Abu Zahrah bahawa mereka mengangkat
pedang dan berperang itu ’ bagi menegakkan sunnah
dan menghapuskan bid’ah’ (li iqamatissunnah wa
imatati’l-bid’ah).Antaranya memang benar kenyataan
Abu Zahrah tentang mereka memperluas-luaskan
bid’ah itu sampai kepada adat-adat kebiasaan, seperti
pada suatu masa mereka mengharamkan rokok
sebagai bid’ah, sampai ada orang awam mereka –
kerana terlalu amat sangat penentangan mereka itu
terdadapnya – bahawa orang yang menghisap rokok itu
seolah-olah musyrikin .Kata Abu Zahrah, golongan ini
berpegang kepada prinsip bahawa pegangan kami
adalah benar tidak mungkin tersilap pegangan anda
tersilap tidak mungkin benar ( anna ’ulama’ al-
Wahhabiyyin yafriduna fi ara’ihim al-sawab alladhi lam
yuqbal al-khata’ wa fi ara’ ghairihim al-khata’ alladhi la
yuqbalu al-taswib bal annahum a’tabiruna ma ’alaihi
ghairuhum min iqamatil-udruhah wa al-tawaf haulaha
qariban minal-wathaniyyah wa hum fi hadha
yuqaribunanal-Khawarija alladhina kanu yukaffiruna
mukhalifihim wa yuqatilunahum kama dhakarna
.”Adapun ulama Wahhabi itu memfardhukan bahawa
pendirian mereka adalah benar dan tak mungkin
diterima kesilapan, dan pendirian yang lain daripada
mereka adalah salah tak mungkin diterima betulnya”
(Ini berlawanan dengan dasar Ahlissunnah yang
mengajarkan pendirian kita benar tetapi boleh jadi tidak
benar, pendirian anda pada kami tidak benar, tapi boleh
jadi ada benarnya.Berlakulah dalam sejarah apa yang
telah berlaku, iaitu bahagian siasah dipegang oleh
keluarga Su’ud dan bahagian hukum agama dan
pelajaran agama dipegang oleh keluarga Muhammad
ibn ’Abd al-Wahhab, ertinya dua perkara besar itu
adalah sebagai ’pesaka’ dalam dua keluarga itu.
Wallahu a’lam.Pokoknya, kalau aliran itu kekal pada
tempatnya, kita tidak risau, tetapi bila ia dipromosikan
ke negeri-negeri lain, maka itu masalah. Di mana
berkembangnya cara berfikir seperti ini disitulah
timbulnya pergaduhan, sampai ke tahap berlaku
pembunuhan. Wallahu a’lam.
Beberapa Unsur Wahhabiyyah :Di bawab ini
diperturunkan bebarapa unsur Wahhabiyyah, yang
bermula dengan ajaran Syaikh Muhammad ’Abd al-
Wahhab yang berasal dari Najd, berdasarkan kepada
teks-teks dari kalangan mereka yang berpegang
kepada ajaran itu.Antaranya ialah unsur-unsur seperti
berikut:
Untuk mendapat pendirian Wahhabiah atau ajaran
Muhammad bin ’Abd al-Wahhab, maka tepat sekali
kalau diambil data-data tentang pendiriannya daripada
sumber-sumbernya yang ’primari’ supaya adil.Antara
buku-buku itu ialah :(a)‘Kitabut-Tauhid’ ibn ‘Abd al-
Wahhab(b)K.al-Shubuhat fi al-tauhid oleh Muhammad
ibn ‘Abd al-Wahhab(c)’ Solah al-nabi’ oleh al-
Albani(d)al-Khojandi al-Ma’sumi ’Hal al-Muslim Mulzam
bi’t-Tiba’ madhhabin Mu’ayyanin minal-Madhahibil-
Arba’ah’;(e)al-Fatawa al-Kubra ibn Taimiyyah(f)Abu
Aminah Bilal Philips beberapa bukunya dalam bahasa
Inggeris(g)al-Zahawi Arab dan Inggeris(h)’Unwan al-
Majdi’ oleh ibn Abi Bishr(i) ’Tarikh Najdin’ oleh ibn
Ghannam dll.
Unsur-unsur ajarannya adalah antaranya seperti
berikut:
(1)Tafsiran tentang syahadah yang tidak ada dalam
ijma Ahl al-Sunnah:
Tafsiran syahadah yang menyalahi ijma’.Ini terdapat
dalam teks ‘Kitab al-Tauhid’(karangan Syaikh
Muhammad ‘Abd al-Wahhab sendiri) dalam ‘Fath al-
Majid Syarah Kitab al-Tauhid’ karangan Al-Syaikh ‘Abd
al-Rahman bin Hassan al-Syaikh :
ومنھا قولھ صلى لله علیھ وسلم: (من قال: لا إلھ إلا لله وكفر بما یعبد من دون
لله حرم مالھ ودمھ، وحسابھ على لله) وھذا من أعظم ما یبیِّن معنى (لا إلھ إلا
لله) فإنھ لم یجعل التلفظ بھا عاصماً للدم والمال، بل ولا معرفة معناھا مع
لفظھا، بل ولا الإقرار بذلك، بل ولا كونھ لا یدعو إلا لله وحده لا شریك لھ، بل
لا یحرم مالھ ودمھ حتى یضیف إلى ذلك الكفر بما یعبد من دون لله، فإن شك أو
توقف لم یحرم مالھ ودمھ. فیالھا من مسألة ما أعظمھا وأجلھا، ویالھ من بیان ما
أوضحھ، وحجة ما أقطعھا للمنازع
Terjemahan: Antaranya (ayat-ayat berkenaan dengan
syahadah ) sabda Nabi s.a.w. ‘Sesiapa yang berkata ‘la
ilaha illa’llah dan kufur ia terhadap apa yang disembah
selain daripada Allah maka haramlah hartanya dan
darahnya (ia tidak boleh dibunuh lagi , misalnya dalam
jihad) , dan hisab tentangnya adalah terletak pada
Allah; ini adalah perkara yang sebesar-besarnya yang
menerangkan makna ‘la ilaha illa’llah’; ia tidak
menjadikan berlafaz (sahaja dengan la ilaha illa’llah) itu
menyelamatkan darah dan (hartanya), bahkan tidak
(juga mengelamatnya dengan) mengetahui maknanya
berserta dengan lafaznya , bahkan (tidak juga selamat
harta dan nyawanya itu dengan) berikrar dengan itu
(iaitu berikrar dengan la ilaha illa’llah) bahkan tidak
(juga selamat nyawa dan harta itu) dengan ia tidak
menyeru melainkan kepada Allah Yang Maha Esa tidak
ada sekutu bagiNya, bahkan tidaklah haram hartanya
dan darahnya sehingga ia menambahkan kepada itu
(yang empat perkara sebelum ini iaitu ) kufur terhadap
apa yang disembah selain daripada Allah; kalau ia syak
atau tawaquf maka tidak haram hartanya dan
darahnya.Maka alangkah hebat dan agungnya
masaalah ini, alangkah menerangkan dan
menjelaskannya (dengan sebaiknya), alangkah
memutuskan pertikaian (dengan penjelasan yang
sebegitu nyata itu). Huraian berkenaan dengan
syahadah seperti ini tidak pernah ada dalam
Ahlissunnah wal-Jamaah.
Dalam Ahlissunnah Islamnya seseorang itu adalah
dengan berlafaz dengan ‘la ilaha illa’llah’ dengan itu
selamat harta dan nyawanya.Ini antaranya jelas
darikpada hadith sahih yang bermaksud
“Sesungguhnya aku diperintah untuk berjihad dengan
manusia sehingga mereka mengatakan ‘tiada tuhan
melainkan Allah’ bila mereka berkata demikian maka
nyhawa dan harta mereka selamat, dan hisab tentang
mereka adalah terpulang kepada Allah’.Sebab itu
dalam masa jihad nabi s.a.w. bila terdengar ada azan
disesuatu tempat maka tentera Muslimin tidak lagi perg
ke situ.Dan dalam hadith sahih berkenaan dengan
sahabat membunubh orang yag mengucap syahadah,
Rasulullah bertanya kepada sahabat itu ‘Anda
membelah dadanya? Anda membelah dadanya?
…’.Mungkin tafsiran secara beginilah yang
menghalalkan setengah Muslimin berperang melawan
tentera Khilafah ‘Uthmaniah, benteng terakhir menjaga
umat dari segi zahirnya, jatuh ke tangan
Barat.Subhana’llah. Kalau kerajaan ‘Uthmaniah yang
sedemikian penting ditentang, maka yang lain daripada
itu lebih mudah lagi ditentang. La haula wa quwwata illa
billahil-‘aliyyil azim.
(2)Adam syirikAdam syirik dalam ketaatan ; ini adalah
bercanggah dengan ijma’ Ahlissunnah tentang
maksumnya para nabi s.a.a.Dalam Kitab al-Tauhid’
yang sama, dengan syarahnya sekali seperti di atas
(muka surat ) dinyatakan dalam hubungan dengan ayat
190 Surah al-A’raf yang bermaksud “Tatkala Allah
memberi kepada keduanya seorang anak yang soleh,
maka keduanya menjadikan sekutu bagi Allah tentang
anak yang telah dianugerahkanNya kepada keduanya
itu…”.Ayat dalam kitab itu demikian: disebutkan
bahawa bila Adam mendatangi (Hawwa) maka ia
mengandung, maka datang Iblis kepada (Adam dan
Hawwa) , katanya :Aku sahabat kamu berdua yang
mengeluarkan kamu daripada syurga supaya kamu taat
kepadaku…’ kemudian disebut bila ia tidak ditaati maka
dua kali anak yang dikandung itu kelurar mati; bila ia
mengandung kali yang ketiga, maka Iblis dating maka
takut anak itu mati iapun menamakan anaknya ‘Abd alharith;
kemudian dikatakan dalam riwayat itu, ‘shuraka’
fi ta’atihi (syirik dalam taat kepada Iblis) bukan syirik
dalam ibadat kepadanya’ (shuraka’ fi ta’atihi wa lam
yakun fi ‘ibaditihi).
Dalam ‘Tafsir ibn Kathir’ dinyatakan : riwayat ini ialah
dari kalangan Ahlil-Kitab, tidak boleh dijaikan
sandaran.(Kalau kita hendak pilih sebagai ahli ilmu
yang disuruh oleh Qur’an kita bertanya kepadanya ,
sebagai ahli hadith dan ahli tafsir,tentulah kita memilih
ibn Kathir, yang diakui dalam Ahl al-Sunnah, bukannya
pengarang kitab tauhid yang memberi huraian seperti
ini.
آثَار أَھْ ل الْكِتَاب وَ قَدْ صَحَّ ا لْحَدِیث وَ ھَذِهِا لآْ ثَار یَظْھَر عَلَیْھَاو للهََّ أَعْ لَم أَنَّھَا مِنْ
تُصَدِّقُوھُمْ عَلَیْھِ وَ سَلَّمَ أَنَّھُ قَال “ إِذَا حَدَّثَكُمْ أَھْل الْكِتَابف لاَ عَنْ رَسُول للهَّ صَلَّى للهَّ
فَمِنْھَا مَا عَلِمْنَا صِحَّتھ بِمَا دَلَّ عَلَیْھِ و لاَ ت كَذِّبُوھُم “ ثُمَّ أَ خْ بَارھمْ عَلَىث لاَ ثَة أَقْسَام
خِلاَ فھ مِنْ للهَّ أَ وْ سُنَّة رَسُولھ وَ مِنْھَا مَا عَلِمْنَا كَذِبھ بِمَا دَلَّ عَلَى الدَّلِیل مِنْ كِتَاب
فَھُوَ الْمَأْذُون فِي رِ وَ ایَتھ الْكِتَاب وَ السُّنَّة أَیْضًا وَ مِنْھَا مَا ھُوَ مَسْ كُوت عَنْھ )Tidak
patut ada riwayat seperti ini dalam ‘kitab
tauhid’.Subhana’llah. Ini bercanggah dengan pegangan
Ahl al-Sunnah tentang nabi-nabi itu ma’sum, apa lagi
hendak dikatakan ia ‘syirik dalam taat’ kepada Iblis.
(3)Al- Busiri dituduh syirik kerana menyebut ia minta
syafaat kepada nabi Hari Kiamat:
Pada Muhammad ibn ‘Abd al-Wahhab Al-Busiri syirik
kerana minta tolong nabi memberi syafaat
kepadanya:Ini ada dalam ‘al-Burdah’nya dalam bait
yang bermaksud : katanya :
أندادا ؟ فكیف بمن قال ما لى من ألوذ بھ قولھ صلى لله علیھ وسلم:أجعلتنى
سواك والبیتین بعده
Sabda baginda s.a.w. Adakah anda menjadikan aku
saingan bagi Allah? ( tentulah sahabat tidak
menjadikan nabi saingan bagi Allah dengan terkeluar
daripada mulutnya ’Apa yang dikehendaki Allah dan
apa yang dikehendaki oleh Muhammad’; (kemudian
kata pengarang kitab tauhid itu) ’Maka bagimanakah
pula dengan (al-Busiri pengarang ’al-Burdah’ yang
menyatakan ’bagaimanakah aku, (wahai nabi) siapakah
yang aku hendak minta (syafaat) selain daripada
engkau ’ dan dua bait lepas itu (iaitu pada hari yang
bencana terkena atas semua tanpa kecuali)?
Di sini ada tuduhan kepada pengarang ’al-Burdah’ –
Allah memberi rahmat kepadanya -, bahawa dengan
kata-kata meminta syafaat daripada nabi itu
(sebagaimana yang kisahnya ada dalam hadith sahih,
hanya nabi Muhammad sahaja yang memberi syafaat
uzma itu) , pada Hari hisab nanti, ia mengadakan
sekutu terhadap Allah. Ini berlawanan dengan akidah
Ahl al-Sunnah yang mengajarkan tentang syafaat uzma
ini, dan yang mengizinkan kita menyebut nama nabi
dalam doa.Bahkan dalam tahyatpun kita menyebut
’ayyuhannabi’ , wahai nabi, seolah-olah ia ’ada’ hampir
dengan kita.
(4)Mengikut mazhab syirik kafir; ini bercanggah dengan
ijma’ dalam Ahlissunnah , yakni orang awam wajib
mengikut mujtahid, sebagaimana yang jelas daripada
ayat Qur’an yang bermaksud ”Hendaklah kamu
bertanya kepada ahli ilmu (ahl al-dhikr) kalau tidak
mengetahui”.Dan ahli ilmu yang tertinggi dalam umat ini
dalam hubungan dengan Syariat ialah imam mujtahid.
Ada pandangan di kalangan mereka ini tentang
mengikut mazhab tertentu kafir-syirik sama dengan
kristian (nasara) mengambil rahib-rahib dan ahli-ahli
hukum agama sebagai tuhan-tuhan selain Allah.ini ada
dalam kitab ’Hal al-Muslim Mulzam bittiba’ Madhhab
Mu’ayyanin Minal-Madhahib al-Arba’ah?’ karangan al-
Khojandi al-Ma’sumi, yang menyatakan : قال الشیخ تقى الدین
والا قتل لان ھذا الایجاب اشراك بن تیمیھ : من أوجب تقلید امام بعینھ استتیب
فى التشریع الذى ھو من خصائص الربوبیة با Kata Syaikh Taqi al-
Din bin Taimiah: Sesiapa yang mewajibkan taklid
kepada seseorang imam tertentu (katakanlah Imam
Syafie, di Malaysia) maka hendalklah disuruh ia
bertaubat, kalau tidak ia mesti dibunuh, kerana
mewajibkan (mengikut imam tertentu, seperti yang
difaham dalam Ahl al-Sunnah nisbah bagi orang bukan
mujtahid adalah syirik terhadap Allah dalam tashri’ yang
ianya adalah satu daripada khususiah Sifat Rububiah
bagi Tuhan).(hal.55). Sudah tentu fahaman seperti ini
tidak selaras bahkan bercanggah dengan ijma’ Ahl al-
Sunnah tentang wajib mengikut imam orang yang
bukan mujtahid, asalkan imam yang mujtahid.Kalau
orang mujtahid haram ia mengikut orang lain.
Cara memahami agama seperti ini, yang tidak ada
dalam Ahlissunnah, mengingatkan kita kepada
maklumat bahawa pengarang ’Kitab Tauhid’ yang
disebut di atas (Muhammad ibn ’Abd al-Wahhab) , yang
menjadi ikutan bagi al-Khojandi al-Ma’sumi ini
menyatakan (muka 464); (ertinya): Keadaan berubah
(sedemikian rupa) sampai ke tahap jadilah pada
kebanyakan golongan majoriti bahawa beribadat
kepada rahib-rahib itu amalan yang paling afdal,
dipanggil sebagai darjah wali, dan beribadat kepada
orang-orang alim dalam hukum agama (ahbar) sebagai
ilmu dan fahaman yang dalam; kemudian perubahlah
hal keadaan sampai (ke tahap) disembah yang selain
daripada Allah porang yang bukan dalam kalangan
solihin, dan disembah dalam erti yang kedua itu orang
dari kalangan yang jahil. Ayat itu ialah:
:تغیّر الأحوال إلى ھذه الغایة، حتى صار عند الأكثرعبادة الرھبان ھي أفضل
الأعمال، وتسمى الولایة، وعبادة الأحبار ھي العلم والفقھ ثم تغیرت الحال إلى
أن عبد من دون لله من لیس من الصالحین، وعبد بالمعنى الثاني من ھو من
الجاھلین
Fahaman ini menyebabkan pengikutnya al-Khojandi al-
Ma’sumi memahami bahawa mewajibkan mengikut
mazhab imam tertentu adalah kesyirikan. Tidak
hairanlah orang seperti nasir al-Din al-Albani dalam
kitab ‘Solah al-Nabi’ menyerang pengikut mazhab dan
mengajak mereka sembahyang mengikut kitabnya,
dikatakan itulah ‘sembahyang nabi’ sembahyang dalam
mazhab adalah ‘sembahyang mengikut imam mazhab’,
itu boleh membawa kepada apa yang disebut oleh al-
Khojandi al-Ma’sumi. Subhana’Llah. Cara berfikir dan
memahami agama yang menyalahi ijma’ seperti ini
janganlah dibiarkan berkembang di Malaysia ini.Kalau
ia berada di negeri lain, itu soal lain pula. Kewajipan
kita ialah mula-mulanya menjaga negeri kita ini.
Tentang wajib mengikut imam mazhab ini menjadi
pegangan Ahl al-Sunnah wa al-jama’ah sebagaimana
yang disebutkan oleh al-Munawi rh dalam Syarah aljami’
al-Saghir :
katanya:
ویجب علینا أن نعتقد أن الأئمة الأربعة والسفیانین والأوزاعي وداود الظاھري
وإسحاق بن راھویھ وسائر الأئمة على ھدى ولا التفات لمن تكلم فیھم بما ھم
تعالى بریئون منھ والصحیح وفاقاً للجمھور أن المصیب في الفروع واحد و
فیما حكم علیھ أمارة وأن المجتھد كلف بإصابتھ وأن مخطئھ لا یأثم بل یؤجر
فمن أصاب فلھ أجران ومن أخطأ فأجر، نعم إن قصر المجتھد أثم اتفاقاً وعلى
غیر المجتھد أن یقلد مذھب اً.. فیمتنع تقلید غیر الأربعة في القضاء والافتاء لأن
المذاھب الأربعة انتشرت وتحررت حتى ظھر تقیید مطلقھا وتخصیص عامھا
بخلاف غیرھم لانقراض اتباعھم وقد نقل الإمام الرازي رحمھ لله تعالى إجماع
المحققین على منع العوام من تقلید أعیان الصحابة وأكابرھم انتھى .
Wajib atas kita beriktikad bahawa imam empat, Sufyan
yang dua itu (Sufyan bin ‘Uyainah dan Sufyan al-
Thauri) , Auza’I, Daud Zahiri, Ishaq bin Rahawaih, dan
lain-lain (imam mujtahid) berada dalam hidayat (yang
benar di jalan Allah) dan tidak diberikan perhatian
kepada orang-orang yang bercakap berkenaan dengan
mereka walhal mereka bersih daripada perkara itu;
yang sohih dan mengikut jumhur bahawa orang yang
benar dalam perkara furu’ satu pihak, dan terserah
kepada Allah tentang apa yang dihukumkan atasnya
sebagai tanda perjalanan [hidup beragama]; dan
mujtahid itu dipertanggungjawabkan untuk berusaha
mencari kebenaran dan oreang yang tersilap [kalau ia
mujtahid] tidak berdosa, bahkan diberi pahala; yang
betul mendapat dua pahala, kalau mujtahid itu taksir
[dalam usahanya, ia tak mencukupi syaratnya] ia
berdosa, itu ittifaq [ulama tentangnya]; dan orang yang
bukan mujtahid hendaklah mengikut mujtahid yang
tertentu (seperti Syafie, atau lainnya yang ada dalam
Ahl a-Sunnah wa al-Jama’ah); maka terlarang mengikut
yang lain daripada mazhab empat dalam membuat
keputusan hukum dan memberi fatwa, kerana mazhab
empat itu telah tersebar dan telah tertulis dengan
teguhnya sehingga jelas huraian tentang kaitan-kaitan
perkara mutlaknya , dan perkara-perkara yang bersifat
am daripada yang khususnya, lain halnya dengan
[aliran yang ] selain daripada [aliran] mereka kerana
para pengikutnya sudah tidak ada lagi; Imam Fakhr al-
Din al-Razi (mujaddib abad ke 7 Hijrah itu)
menyebutkan bahawa telah ijma’ ulama muhakkikin
bahawa orang awam tertegah daripada mengikut
peribadi-peribadi tertentu dalam kalangan Sahabat dan
para pemimpin besar mereka [kerana orang awam
tidak tahu tentang perjalanan mereka sebenarnyauem].
Dalam hubungan dengan ulama tasauf pula, jelas ahli
tasauf yang ditentang oleh golongan ini adalah
golongan Ahl a-Sunnah wa al-jama’ah yang sangat
dihormati sebagaimana yang dijelaskan oleh ‘Abd al-
Qahir al-Baghdadi rh dalam ‘al-Farq bain al-Firaq’
sewbagaimana yang tersebut dalam makalah penulis
ini berkenaan dengan golongan-golongan mukminin
dalam Ahl al-Sunnah wa al-jama’ah.
Ikut ulama fiqh, atau mujtahid dalam fiqh ialah mengikut
keilmuan dan muktabar, bukan menyembah ulama fiqh,
dan mengikut ajaran saufi atau memuliakan mereka,
meminta doa kepada Tuhan dengan menyebut
keberkatan bukan menyembah mereka. Itu tidak sama
dengan penyembah berhala.
(5)Tawassul syirik ini bercanggah dengan ijma’ Sunni.
Tawassul dengan makna ‘istighathah’ terdapat dalam
hadith riwayat al-Bukhari seperti berikut:)
روى البخاري عن رسول لله صلى لله علیھ وسلم أنھ قال:{ إن الشمس تدنو یوم
القیامة حتى یبلغ العرق نصف الأذن, فبینا ھم كذلك استغاثوا بآدم ثم بموسى ثم
بمحمد}, والتوسل والاستغاثة بمعنى واحد كما قال الحافظ اللغوي تقي الدین
السبكي الذي قال فیھ السیوطي إنھ حافظ مجتھد لغوي فقیھ أصولي نحوي متكلم.
(
Riwayat al-Bukhari dari Rasulullah salla’lahu ‘alaihi wa
sallam bahawa baginda bersabda: Sesungguhnya
matahari hampir pada hari kiamat sampai peluh ke
tahap separuh telinga [manusia], maka mereka
meminta pertolongan (istagahthu) dengan nabi Adam ,
kemudian dengan Musa, kemudian dengan Muhammad
).Tawassul dan istighathah (meminta tolong maknanya
satu) seperti dinyatakan oleh al-hafiz al-lughawi
Taqiyuddin al-Subki , yang berkenaan dengan itu
dikatakan oleh al-Suyuti, iaitu ia hafiz mujtahid lughawi
faqih usuli nahwi mutakallim) .
Syirik bertawassul kepada orang yang telah mati.Dalam
hubungan dengan tawassul, yang dikatakan syirik oleh
golongan Wahhabiyyah ini ini terdapat nasnya dalam
hadith nabi s.a.w.
Hadith berkenaan dengan tawassul (walaupun dalam
hubungan dengan nama orang yang sudah meninggal
dunia ialah seperti berikut:Diriwayatkan dalam hadith
ibn Majah , dengan sanad yang sahih, dari Abu Sa’id
al-Khudri rd katanya bahawa nabi s.a.w. bersabda:
‘Sesiapa yang keluar daripada rumahnya untuk
melakukan sembahyang, kemudian ia berdoa
katanya:”Wahai Tuhan, hamba bermohon dengan hak
mereka yang berdoa meminta kepada Engkau, dan
hamba memohon dengan hak mereka yang berjalan di
jalan ini menuju kepada Engkau, dengan hamba keluar
ini bukan dengan main-main , dengan sombong atau
menunjuk-nunjuk kelebihan diri, bukan untuk mendapat
nama. Hamba keluar hanya untuk mengelak daripada
murka Engkau dan untuk mendapat keredaan
Engkau.Oleh itu, hamba memohon, selamatkan hamba
daripada Api Neraka dan ampunlah dosa-dosa hamba,
kerana tidak ada siapa yang mengampunkan dosa
melainkan Engkau.’Allah akan memandang kepadanya
dengan kasihan belas dan tujuh puluh ribu malaikat
akan memohon ampun untuknya.( Diriwayatkan oleh
Musnad Ahmad (3.21) , ibn Majah (Masajid), al-
Mundhiri in al-Targhib (1:179),ibn Khuzayma dalam
Sahih, Ibn al-Sani, and Abu Nu`aym. Ghazali
menyebutnya dalam Ihya dan Iraqi menyebut ia hadith
hasan.. Nawawi menyebut dalam Ibn al-Sani dua jalur
riwayat dalam Adhkar dan menyatakan ia
lemah.Bagaimanapun Ibn Hajar al-`Asqalani
menyatakan pula ia hasan dalam al-Amali al-masriyya
(#54) dan takhrij kitab Nawawi , menyatakan bahawa
yang kemudian itu meninggalkan riwayat dari jalur Abu
Sa`id al-Khudri dan tidak menyebut riwayat Ibn Majah )
Dengan cara ini Nabi s.a.w. membuat tawassul bila ia
bersabda ’hamba memohon dengan hak mereka yang
meminta kepada Engkau” iaitu dengan setiap orang
yang beriman.Lebih lagi daripada itu baginda menyuruh
para Sahabatnya selalu menggunakan doa ini bila
mereka berdoa sebagaimana baginda melakukan
tawassul demikian. Generasdi salaf as-soleh dalam
umat ini dalam kalangan para Tabi’in selepas Sahabat
dan Tabit-tabi’in megamalkan doa ini bila mereka
keluar untuk sembahyang dan tidak ada yang
menolaknya.
Kemudian ada lagi riwayat berkenaan dengan amalan
ini. Riwayatnya ialah seperti berikut:Bila nabi s.a.w.
berdoa, dari riwayat Anas bin Malik : ‘Wahai Tuhan,
ampunkanlah bondaku, Fatimah binti Asad, dan
perluaskanlah tempat yang ditujunya itu (kuburnya),
dengan hak Nabi Engkau dan nabi-nabi yang dating
sebelumku” demikian seterusnya sehingga alkhir hadith
itu.Tabarani meriwayatkannya dalam al-Kabir.Ibn
Hibban dan al-Hakim menyatakan ianya
sahih.’Fatimah” ini ialah bonda Saidina ’Ali rd, yang
memelihara nabi s.a.w.Ibn Abi Shaiba meriwayatkan
laporan yang sama ; demikian juga riwayat yang ada
pada ibn ’Abd al-Barr dari ibn ’Abbas , dan Abu Nu’aim
pula dalam Hilyahnya dari Anas bin Malik,
sebagaimana Hafiz al-Suyuti menyebutnya dalam Jami’
al-Kabir.(Haithami menyebut dalam ’majma’ az-
Zawa’id’nya ’Sanad Tabarani ada mengandungi nama
Rawh bin Salah yang ada sedikit sebanyak kelemahan,
tetapi ibn Hibban dan al-Hakim menyebutnya sebagai
periwayat yang boleh dipercayai. Orang-orang lain dari
kalangan para periwayat adalah orang-orang yang
sahih hadithnya.Kemudian sebagaimana yang ada
dalam riwayat al-Tirmidhi, al-Nasa’i, al-Baihaqi dan al-
Tabarani bahawa seorang yang buta datang bertemu
dengan baginda s.a.w. katanya: ’Dokanlah kepada
Allah supaya membuang [penderitaan] saya ini. Nabi
s.a.w. bersabda: ‘kalau engkau mahu saya akan
berdoa, dan kalau engkau mahu engkau boleh
bersabar, itu lebih baik lagi [daripada memohon supaya
engkau celik].Kemudian baginda berdoa untuk orang itu
dan menyuruhnya [juga] ia mengambil wudhu’ dengan
baik dan membaca doa ini ’Wahai Tuhan, hamba
bermohon, menumpukan diri hamba kepada Engkau
melalui nabi Engkau Muhammad, Nabi Pembawa
Rahmat. Wahai Muhammad , hamba meminta kepada
Tuhan, dengan menyebut tuanhamba, dalam keperluan
hamba yang sangat, wahai Tuhan, terimalah
syafaatnya untuk hamba ini.’Kemudian orang itu
kembali pulang dan matanya celik boleh melihat.Al-
Bukhari meriwayat hadith ini dalam tarikhnya.Ibn
Majah, dan al-Hakim dalam ’al-Mustadrak’nya
menyebutnya dengan sanad yang sohih. Suyuti dalam
’al-Jami’ al-Kabir’ dan ’al-Saghir’ menyebutnya.Maka
tetaplah riwayat dan maklumat bahawa Nabi s.a.w.
menyruh orang buta itu berdoa dan memnyebutnya,
dan memohon kepada Allah dengan menyebut
namanya itu, supaya Ia kabulkan hajatnya.Kalau orang
yang mengikut fahaman Wahhabi itu berfikir nabi s.a.w.
tidak memberi keizinan untuk bertawassul seperti itu
selepas ia meninggal dunia, maka riwayat yang
berikutnya membuktikan bahawa itu bukan demikian
.Doa ini telah digunakan oleh para Sahabat dan Tabi’in
–Allah meredai mereka semuanya- untuk menunaikan
hajat mereka.At-Tabarani dan al-Bayhaqi meriwayatkan
bahawa ada seorang lelaki yang bertemu dengan
’Uthman bin ’Affan rd. Berkenaan dengan sesuatu
hajatnya; tetapi khalifah itu tidak menyelesaikan hal itu
dengan segera. Lelaki itu menyebut kepada ’Uthman
bin Hunaif yang memberi nasihat kepadanya: ’Pergilah
mengambil wudhu’. Kemudian pergi ke masjid dan
berdoa begini: ’wahai Tuhan, hamba meminta Engkau
dan menumpukan diriku kepadamu dengen menyebut
NabiMu Muhammad, Nabi Pembawa Rahmat, Wahai
Muhammad, hamba menumpukan diri hamba kepada
Tuhan dengan menyebut engkau, supaya Ia tunaikan
hajat hamba’.Kemudian sebutkan hajat engkau’Doa
itu::
) اللھم إني أسألك وأتَوجّھ إلیك بنبِیّنا محمد نبيّ الرحمة، یا محمّدُ إني أتَوجھُ بكَ
إلى ربّي في حاجتي لتُقضَى لي.(
Maka orang itu pun pergi dan ia lakukan benar-benar
mengikut apa yang diberitahu kepadanya itu, dan
kemudian ia pergi ke pintu kediaman ’Uthman bin
’Affan. Kemudian penjaga pintu datang kepadanya ,
memegang tangannya, lalu membawanya ke hadapan
’Uthman , dan menyuruhnya duduk dengannya.
’Uthman berkata:’Beritahu kepada saya apa keperluan
anda’, lalu ia menyebut hajatnya dan hajatnya
ditunaikan. Kemudian khalifah berkata kepadanya:’
Apa-apa hajat anda, sebutkan kepada saya’. Bila lelaki
itu keluar dari situ ia bertemu dengan ’Uthman bin
Hunaif , katanya: ’Mudah-mudahan Allah memberi
ganjaran kebaikan kepada anda kerana beliau tidak
akan melihat kepada hajat saya sehingga tuan
berbicara kepadanya untuk saya.’ Tetapi ibn Hunaif
berkata: ’Demi Allah, saya tidak bercakap dengan
baginda, tetapi saya melihat Rasulullah s.a.w. bila
orang buta datang bertemu dengannya dan merayu
berkenaan dengan matanya tidak boleh melihat’.
Perbuatan demikian ialah tawassul, dan orang itu
menyeru baginda s.a.w selepas wafatnya, atas dasar
bagindfa sedang hidup dalam kuburnya dan darjathya
ialah darjat syuhada’ yang Allah sebutkan bahawa
mereka itu hidup dan diberikan rezeki yang mulia di sisi
Tuhan.
Dalil boleh bertawassul secara ringkas?
اذكر دلیلاً على جواز التوسل؟
رواهُ الطبرانيُّ وصحَّحَھُ والذي فیھ من الأدلّةِ على جواز التوسل الحدیثُ الذي
أن یتوسل بھ فذھَبَ فتوسل بھ في أن الرسولَ صلى لله علیھ وسلم عَلَّم الأعمى
مما علّمَھُ رسولُ لله أن حالة غیبتھ وعادَ إلى مجلس النبي وقد أَبصر، وكانَ
الرحمة یا محمد إني یقول: ”اللھم إني أسألك وأتوجھ إلیك بنبیك محمد نبي
.”لي أتوجھ بك إلى ربي في حاجتي (ویسمي حاجتھ) لتقضى
Soalan;Apakah dalil yang menunjukkan boleh
bertawassul dengan nabi selepas wafatnya?
Jawab:
الحاضر؟ ما ھو الحدیث الذي یدل على جواز التوسل بغیر الحي
ومناداتھم التوسل بالأنبیاء والأولیاء جائز في حال حضرتھم وفي حال غیبتھم،
.الشرعیة جائزة في حال غیبتھم وفي حال حضرتھم كما دل على ذلك الأدلة
ومن الأدلة على جواز التوسل الحدیث الذي رواه الطبراني وصححھ والذي فیھ
أن الرسول صلى لله علیھ وسلم علم الأعمى أن یتوسل بھ فذھب فتوسل بھ في
وعاد إلى مجلس النبي وقد أَبصر، وكان مما علمھ رسول لله أن حالة غیبتھ
وأتوجھ إلیك بنبیك محمد نبي الرحمة یا محمد إني یقول: ”اللھم إني أسألك
حاجتھ) لتقضى لي“.فبھذا الحدیث بطل أتوجھ بك إلى ربي في حاجتي (ویسمي
ھذا الأعمى لم یكن حاضرا زعمھم أنھ لا یجوز التوسل إلا بالحي الحاضر، لأن
بن حنیف قال في المجلس حین توسل برسول لله بدلیل أن راوي الحدیث عثمان
علینا لما روى حدیث الأعمى: ”فولله ما تفرقنا ولا طال بنا المجلس حتى دخل
الرجل وقد أَبصر“.فمن قولھ: ”حتى دخل علینا“، علمنا أن ھذا الرجل لم یكن
.حاضرا في المجلس حین توسل برسول لله
وفاتھ؟ ما الدلیل على جواز التوسل برسول لله بعد
بن الدلیل على جواز التوسل برسول لله بعد وفاتھ فیؤخذ أیضا من حدیث عثمان
حنیف الذي رواه الطبراني وصححھ فإن فیھ أنھ علم رجلا ھذا الدعاء الذي فیھ
برسول لله لأنھ كان لھ حاجة عند سیدنا عثمان بن عفان في خلافتھ وما توسل
الاجتماع بھ حتى قرأ ھذا الدعاء، فتیسر أمره بسرعة وقضى لھ كان یتیسر لھ
.حاجتھ سیدنا عثمان بن عفان
Kalau orang kata: istighathah kepada Rasul selepas
wafatnya syirik apa jawabnya?
الرد على قولھم ”إن الاستغاثة بالرسول بعد وفاتھ شرك“ ؟
البیھقي بإسناد صَحِیح عن مالك الدار وكانَ خازن عمر قال : أصاب الناس رَ وى
عمر فجاء رجل إلى قبر النبي صلى لله علیھ وسلم فقال: یا قحط في زمان
فَإنَّھُم قَدْ ھلكوا فأتي الرجل في المنام فقِیْلَ لَھ : أقرىء رسول لله استسق لأمتك
أنھم یسقون، وقُلْ لَھ : علیك الكیس الكیس. فأَتَى الرجل عمر عمر السلام وأخبره
عمر وقَال : یا رَبّ مَا ءَالُو إلا مَا عَجَزْتُ . وقَد جاءَ فيت فْسِیرِ ھذَا فأَخْ برَ هُ، فَبكَى
الرجل أنّھُ بلال بن الحارث المزني الصحابي. فما حصل من ھذا الصحابي
وبھذا الأثر یبطل أیضًا قول الوھابیة إن الاستغاثة بالرسول بعد .استغاثة وتوسل
شرك وفاتھ
Menolak pendapat mereka yang menyatakan
’Beristighathah dengan Rasul s.a.w selepas wafatnya
adalah kesyirikan’. Diriwayatkan oleh al-Baihaqi dengan
sanad yang sohih daripada , ia Malik al-Dar ia adalah
penjaga perbendahraan ’Umar , katanya : Orang ramai
mengalami kemarau zaman ’Umar, maka seorang lelaki
datang ke makam nabi s.a.w. katanya: Wahai
Rasulullah, mintalah untuk umat tuanhamba , mereka
mengalami kebencanaan.Kemudian lelaki itu mendapat
mimpi dalam tidurnya, dikatakan kepadanya :Berilah
salam [dariku] kepada ’Umar bahawa mereka akan
mendapat hujan.Anda katakan kepadanya: Hendaklah
tuan bersikap bijak, bersikap bijak.Maka lelaki itu
datang kepada Umar dan memberitahu perkara itu
kepadanya; ’Umar menangis lalu berkata: Wahai Tuhan
hamba tidak membuat permintaan melainkan kerana
hamba lemah.Datang keterangan bahawa lelaki itu
ialah Bilal bin al-Harith al-Muzani seorang sahabat
[Rasulullah s.a.w.]. Maka yang terhasil daripada
sahabat ini ialah istighathah dan tawassul. Athar ini
membatalkan pendapat Wahabiah bahawa istighathah
dengan Rasulullah selepazs wafatnya adalah
kesyirikan.
(6)Syafaat syirikSyirik minta syafaat adalah fahaman
yang bercanggah dengan Ahl al-Sunnah wa aljama’ah.
Ini kerana syafaat itu disebutkan dalam hadith
yang sohih.Antaranya ialah:
(7)Amalan yg hidup tak sampai kepada si mati adalah
bercanggah dengan ijma’
Amalan org hidup tak sampai kepada si mati
bercanggah dengan ijma’. (18)Amalan org hidup tak
sampai kepada si matiDlm pegangan Sunni, ijma’ ,
sampai.Orang yg kata tak sampai ia termasuk ahli
bid’ah. Mausu’ah al-Ijma’ fil-Fiqhil-islami oleh Sa’di Abu
Jaib.
) ان المیت یلحقھ ثواب بعد موتھ باجماع الامة .وخالف بعض أصحاب الكلام
وھو قول باطل لا یعتد بھ.وان الدعاء یصل ثوابھ الى المیت بالاجماع
Sesungguhnya pahala sampai kepada mayat selepas
daripada matinya mengikut ijma’ umat Islam; dan doa
sampai pahalanya kepada si mati mengikut ijma’ umat
Islam ).
(8)Syirik kecil tak terpisah dpd syirik besar vs ijma’·
syirik kecil itu sebahagian yang tidak terpisah daripada
syirik besar, yang membawa kepada menghalalkan
darah orang yang terlibat di dalamnya;
(9)Tauhid ulama ahl al-sunnah dituduh sebagai salah
.Ini menyalahi ijma’· atau tuduhan bahawa kefahaman
ulama Ahlis-Sunnah tentang tauhid umumnya
salah;Muhammad ‘Abd al-Wahhab dan mereka yang
mengikutinya (yang terkena pengaruh pembahagian
tauhid kepada tiga, tauhid rububiyyah, uluhiyyah dan
asma’ wassifat) membahagikan tauhid kepada tiga itu
adalah perkara yang tidak ada dalam Ahlissunnah
waljamaah: ia tidak ada dalam Qur’an, hadith, tidak ada
dalam kalangan sahabat, tabi’in, tabi’it-tabi’in, demikian
seterusnya (tidak ada dalam kalangan generasi Salaf);
ia hanya ada pada abad ke lapan. Ertinya selama tujuh
abad umat Islam bertauhid dengan tauhid yang
difahamkan itu, tanpa membahagikannya kepada tiga.·
Akibat daripada pembahagian kepada tiga itu timbul
sangkaan (yang tidak ada alas an dalam system
peristilahan dan makna pengetahuan Ahlissunnah)
bahawa penyembah berhala itu bertauhid dengan
tauhid rububiyyah dengan mereka mengakui adanya
Tuhan yang menjadikan langit dan bumi; hanya tidak
bertauhid dengan tauhid uluhiyyah kerana tidak taat
kepada Allah dan menyembahnya. Dengan itu maka
Orang Islam yang mengakui Tuhan Esa dan tidak
beramal dengan baik agamanya ia hanya bertauhid
dengan tauhid rububiyyah, sama dengan penyembah
berhala juga yang bertauhid dengan tauhid rububiyyah
sahaja. Kedua-dua penyembah berhala dan orang
islam yang bertawassul dan m eminta berkat dikubur
para wali adalah sama dalam bertauhid dengan tauhid
rububiyyah; dengan itu orang Islam sudah menjadi
penyembah berhala; hukum atasnya adalah hukum
penyembah berhala; maka halallah darah dan
hartanya. Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun.· Mana
mungkin penyembah berhala dikatakan bertauhid
dengan tauhid rububiyyah? Dia tidak mempunyai tauhid
dalam apa-apa pengertian dan segi sekalipun sebab ia
musyrik penyembah berhala.Bagaimanakah system
peristilahan Syarfa’ ini dipermain-mainkan sampai
penyembah berhala pun dikatakan ada bertauhid? Ini
tidak pernah ada dalam sejarah perkembangan ilmu
teologi Sunni. Kemudian pembahagian tauhid kepada
tiga itupun tidak ada dalilnya dalam nas-nas yang
diterima oleh Ahlissunnah. Dengan itu konsep
pembahagian tauhid kepada tida ini mesti disemak
kembali. Ini kerana beberapa sebab : sebab tidak ada
dalil dan nas yang diterima dalam Ahlissunnah; ia
bercanggah dengan tauhid Ahlissunnah waljamaah
yang dihuraikan secara definitif oleh Imam Asy’ari dan
al-Maturidi dan imam-imam selepas mereka.; satu
laginya sebab ia membolehkan orang menyamakan
orang yang beriman yang beramal dengan bertawassul
dan meminta berkat di kubur solihin dengan
penyembah-penyembah berhala dan mengenakan
hukum penyembah berhala ke atas mereka; dan sudah
tentu inilah tauhid yang memusnahkan kerajaan
Uthmaniah, khilafah Islam yang terakhir dalam zaman
moden.Kita mesti kembali kepada tauhid mainstream
yang benar dan menyelamatkan, bukan yang salah dan
mencelakakan.Nau’dhu billahi min dhalik.(Dalam ayat
yang digunakan untuk membuktikan yang golongan
musyrikin itu bertauhid dengan tauhid rububiyyah
terdapat kenyataan daripada Tuhan sendiri yang
golongan itu pembohong dan kafir -)
إن لله لا یھدي من ھو كاذب كفار ) ) ما نعبدھم إلا لیقربونا إلى لله زلفى إن
. لله یحكم بینھم في ما ھم فیھ یختلفون الزمر : 3
(Allah memberi gambaran yang mereka adalah
‘kadhibun kaffar’ –bohong dan terlalu am,at kafir
sekali.Bagaimanakah ayat ini boleh digunakan untuk
memanggil mereka itu ‘bertauhid dengan tauhid
rububiyyah’ sebab mereka adalah penyembah berhala;
penyembah b erhala tidak mungkin bertauhid dengan
apa-apa kategori tauhid sekalipun sebab mereka
musyrikin. Subhana’Llah.(10)Abu Jahal lebih tahu hal la
ilaha illallah dpd ulama Islam vs ijma’· atau Abu Jahal
lebih mengetahui tentang la ilaha illa’Llah daripada
ulama Islam;
(11)Syirkik bermula dimuka bumi dengan perbuatan
ahli agama vs ijma’· atau tuduhan bahawa kesyirikan di
muka bumi bermula dengan perbuatan ahli ilmu dan
agama, kerana mereka cinta kepada para wali; ini
timbul daripada sangkaan yang salah bahawa mengikut
ulama adalah menyembah mereka, oleh itu syirik dan
kufur. Na’udhu biollahi kin dhalik.
(12)Kufar lebih tahu hal kufr mereka daripada orang
beriman bercanggah dengan ijma’atau tuduhan bahawa
para kufar yang mengetahui tentang kekufuran mereka
adalah lebih baik terbimbing daripada orang-orang
yang beriman -inna’l-kuffara ‘lladhina ya’rifuna kufran
ahda sabilan minal-mu’minin
(13)Qadi al-qudah dianggap sama seperti shah anshah
ini berlawanan dengan pendirian ulama
Ahlissunnah yang membenarkan penggunaan ’qadi alqudah’.
atau tuduhan bahawa panggilan “qadil-qudah” -
kadhi dari sekelian kadhi - sama dengan “Syahin-syahraja
sekelian raja” (yang membawa kepada
menghukumkan orang yang berkenaan kafir) (lihat ‘al-
Jami’ al-Farid’ terbitan Muhammad Ibrahim al-Nu’man,
tanpa tarikh, hal.173; dalam Ahlissunnah gelaran itu
adalah untuk ketua kadi-kadi, bukan dianggap syirik).
)باب)التسمیة بقاضي القضاة ونحوھفي الصحیح عن أبي ھریرة رضي لله
عنھ، عن النبي صلى لله علیھ وسلم قال: (إن أخنع اسم عند لله: رجل تسمى
ملك الأملاك، لا مالك إلا لله).قال سفیان :مثل (شاھان شاه).وفي روایة: (أغیظ
رجل على لله یوم القیامة وأخبثھ). قولھ (أخنع (یعني أوضع).
(14)Allah ada dua tangan etc vs ijma’atau sampai
membawa kepada fahaman bahawa Allah s.w.t.
”mempunyai Dua Tangan, tangan kanan memegang
langit dan yang satu lagi memegang bumi..(dan) Allah
berada atas Arasy (anna’Llah fauqa’l-’Arsh).” (Lihat
kitab ’al-Jami’ al-Farid’ hal.214, yang membawa kepada
fahaman mujassimah, yakni fahaman bahawa Tuhan
berjisim dan itu menyalahi ijma’).(15)Sifat dua puluh
bid’ah? Ini berkaitan dengan persoalan di bawah.
(16)Tauhid rububiyyah, uluhiyyah dan tauhid asma’
wassifat oleh ibn TaimiyyahTidak ada sandaran dari
Qur’an, Sunnah, ijma’, dan ulama Salaf.Ia pendapat
peribadi ibn Taimiyyah.Adakah patut ada pihak
menyatakan bahawa sifat-sifat Tuhan sebagaimana
yang ada dalam ajaran Imam Ash’ari dan Maturidi itu
bid’ah, walhal sifat-sifat itu ada dalam Qur’an dan
Sunnah dan diijma’kan.Kalau mereka mengajarkan
tauhid yang dibahagikan kepada tiga itu dan tidak
menyesatkan golongan Ash’ari dan Maturidi serta
mengakui kebenaran mereka, itu tidak menjadi
masalah sangat.Tetapi bila mereka membid’ahkan, dan
bahkan setengahnya mengkafirkan, golongan Ash’ari
dan Maturidi, [dan dengan itu ulama Dunia Melayu
sebab semuanya mengikut aliran ini, itu menjadi
masalah yang paling besar ].Ini menjadi fitnah besar
dan membawa kegoncangan akidah dan keresahan
sosial di negara ini.(17)Qunut, tahlil, baca yasin
bid’aahBidaah qunut, tahlil arwah, berzikir beramairamai,
membuat jamuan bila ada kematian serta ada
tahlil, maulid al-nabiQunut adalah berdasarkan hadith
riwayat al-Hakim yang diterima olehnya.Tahlil beramairamai
ada sandarannya dalam beberapa hadith sahih
yang disebut dalam ’al-Hawi lil-Fatawi’ jilid II oleh al-
Suyuti. Pahala tahlil itu sampai kepada si mati mengikut
ijma’. Kalau mereka tidak menerima pendapat ini
sekurang-kurangnya mereka mengamalkan adab-adab
berbeza pendapat. Tentang majlis maulid al-nabi itu
walaupun tidak dilakukan zaman nabi s.a.w. ia perkara
yang mendatangkan kebaikan, dan boleh diambil dalil
daripada ayat Qur’an yang bermaksud:”Dan ni’amat
Tuhan kamu hendallah kamu menyebutnyebutnya”.
Maka niamat manakah yang lebih besar
daripada Tuhan mengutuskan nabi s.a.w. ke alam ini ,
dan itu patut sangat disebut-sebutkan? Dan tidakkah itu
yang dilakukan dalam majlis-majlis maulid alnabi?
Dalam Ahlissunnah wa al-Jamaah ’bid’ah’ ada
yang baik dan yang tidak sebagaimana yang
disebutkan oleh Imam Syafie rd, Imam al-Ghazali, dan
lain-lainnya, termasuk ’Izzuddin ibn ’Abd al-
Salam.Pembahagian itu juga disebutkan oleh
pensyarah-pensyarah hadith Bukhari, Muslim, al-
Tirmidhi, al-Nasa’i dan lain-lainnya. Bid’ah yang tertolak
itu adalah yang tidak ada asalnya pada Qur’an ,
Sunnah atau Ijma’.Yang ada asalnya pada puncapunca
itu bukan bid’ah pada syara’ walaupun dari segi
lafaz zahirnya ia bid’ah.
(18)Bid’ah mengadakan majlis maulid al-nabi s.a.w.
Bagaimana berita terkini menunjukkan bahawa di
negeri Aarab Saudi diadakan majlis maulid al-nabi
baru-baru ini dihadiri oleh Syaikh Salman sendiri yang
tidak menunjukkan penentangannya terhadap amalan
itu.Pada kita dalam Ahlissunnah ini antara lainnya
berdasarkan ayat Qur’an yang bermaksud ”Adapun
ni’mat Tuhanmu hendaklah kamu menyebutnyebutnya”.
Dan tidak ada ni’mat yang lebih besar
daripada Tuhan mengutuskan nabiNya kepada umat
manusia untuk memberi bimbingan kepada mereka.
Dan tidakkah perlu itu disebut-sebutkan, apa lagi dalam
majlis maulidnya?
Mungkin boleh diperhatikan adanya surat-surat yang
dikatakan ditulis olem Muhammad bin ’Abdul Wahhab
di salah sebuah universiti di Asia Barat yang
menunjukkan bahawa beliau : tidak menganggap
umum orang Islam kafir seperti penyembah berhala
semenjak enam ratus tahun sebelum kemunculannya,
tidak menganggap kafir amalan meminta syafaat,
istighathah, meminta berkat dan yang sepertinya, tidak
menentang kerajaan Uthmaniyyah, tidak menganggap
mengikut mazhab menyebabkan kufur, tidak
menganggap tasawwuf membawa kepada kufur, dan
tidak menghalalkan darah dan harta sesama Muslimin
kalau mereka mengamalkan dosa besar, seperti
bertawasul, demikian seterusnya. Maklumat ini,
kalaupun benar, perlu dilihat dalam neraca ’track
record’nya, dan juga kemunculan kitab-kitab dengan
aliran yang tertentu itu, juga beberapa tokoh semasa
yang mencanang aliran berfikir seperti itu misalnya al-
Albani , al-Khojandi al-Ma’sumi, dan lain-lainnya.
Keseluruhan perhatian terhadap aliran ini, tokohtokohnya
dan juga peristiwa sejarah menuntuk kita
supaya mengecualikan diri daripada cara memahami
agama secara demikian dan kita mesti merujuk kembali
kepada wacana ilm u Ahlissunnah waljamaah yang
sepadu dan baku. Itulah jalan selamat yang satusatunya
dibuka oleh Tuhan untuk kita. Allahumma
sallimna wal-Muslimin.Amin.
Tentang bahaya bahaya cara berfikir aliran ini kepada
amalan agama dan keselamatan Negara kalau ia
merebak jelas daripada sejarah , ini boleh difahami dari
‘track record’nya , dan implikasi ajarannya.
‘Track record’ dengan kerajaan ‘Uthmaniyyah,
bagaimana ia menganggap ulil amr kerajaan itu
sebagai ‘tidak Islam’ dan seterusnyaBagaimana ia
menentang dan memberontak walhal tidak ada mazhab
Ahlissunnah yang membolehkan yang demikian
itu.Tabiatnya yang seperti Khawarij zaman klasik yang
berperang dengan golongan yang tidak bersetuju
dengan mereka.Mereka senang menghalalkan darah
dan harta orang lain, sebagaimana yang jelas dalam
sejarah , dan ajaran mereka.Maka perlu diawasi
supaya ia tidak berkembang kepada rakyat
MalaysiaPenyebarannya mesti disekat, melainkan
dalam kalangan mereka yang asalnya bermazhab
demilkian. Wallahu a’lam.
Jelas dalam neraca sistem ilmu Ahlissunnah bahawa
ajaran Muhammad bin ‘Abd al-Wahhab, pada beberapa
perkara asasi, dari segi akidah dan syariatnya serta
akhlak dan ajaran rohaniahnya tidak mengikut ajaran
Ahlissunnah wal-Jama’ah yang menjadi pegangan
majoriti umat Islam.Pembahagian tauhidnya kepada
tiga, yang membawa kepada menyamakan Orang
Islam dengan penyembah berhala, dan hukum yang
berikutnya,huraiannya tentang syahadah, sikapnya
menentang aliran Imam Asy’ari dengan terang-terang,
konsepnya tentang taklid dan bid’ah, sikapnya yang
negatif terhadap ulul-amri sebagaimana yang jeas
berhuibungan dengan khilafah Uthmaniah, sikapnya
menjadikan mazhab empat sebagai sesuatu yang
negatif, peringanan ijma’, demikian seterusnya
memberi pendekatan dan kedudukan yang berlainan
sama sekali daripadaAhlissunnah.Sudah tentu ini
bercanggah sekali dengan apa yang menjadi pegangan
di negeri ini. Sayangnya golongan ini sedang
mencanangkan bahawa merekalah adalah yang
Ahlissunnah sebenarnya dan golongan lain tidak
Ahlissunnah.Mereka adalah saudara-saudara kita yang
membid’ah bahkan kadang-kadang mengkafirkan kita.
Cara berfikir dan sikap sedemikian perlu jangan
dibiarkan berkembang di kalangan Muslimin
Malaysia.Sebagaimana yang dinyhatakan oleh al-
Mawardi rh dalam ’al-Ahkam al-Sultaniyyah’ uliamri
negeri ini bertanggungjawab untuk menjaga supaya
ajaran dan amalan Ahlissunnah waljamaah tidak
terganggu.Wallahu a’lam.
Kemudian ia seterusnya memberi penerangan
menentang saudaranya dengan menghuraikan
kesilapan Muhammad ibn ’Abd al-Wahhab memberi
hurain mengkafirkan orang Islam dengan senangnya
kerana fahamannya yang tidak tepat itu
}.فصل} اذا فھمتم ما تقدم فانكم الآن تكفرون من شھد ان لا الھ ا لا لله وحده و
ا ن محمدا عبده و رسولھ و اقام الصلاة و آتى الزكاة و صام رمضان و حج
و ملائكتھ و كتبھ و رسلھ ملتزما لجمیع شعائر الاسلام و البیت مؤمنا با
تجعلونھمكفارا و بلادھم بلاد حرب فنحن نسئلكم من امامكم في ذلك و ممن
و الذي منھم ما اخذتم ھذاالمذھب عنھ فان قلتم كفرناھم لانھم مشركون با
لانھ سبحانھ قال (اِنَّ لله لای غْ فِرُ ا نی شْرَك لمیكفر من اشرك با اشرك با
بِ ه * النساء: ٤٨ ) وما في معناھا من الآیات و ان اھل العلم قد عدوا في
{قلنا}حق الآیات حق و كلام اھل العلم حق و لكن اھل المكفرات من اشرك با
شریكا كقول المشركین ھؤلاء ایادعى ان العلم قالوا في تفسیر اشرك باشركاؤنا و قولھ تعالى (وَ مَا نَرَى مَعَك م - ٢٠ -شُفَعَآءَكُمُ ا لَّذِینَ زَعَمْتُمْ ا نھمْ فِي ) كمْ شُرَ كاؤُ ا * الانعام: ٩٤




