Diantara hadits-hadits itu adalah :
1. Sabda
Rasulullah saw,”Al Mahdi berasal dari umatku, yang akan diishlah oleh Allah
dalam satu malam.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah dan telah dishahihkan oleh Al
Banni didalam kitab “ash Shahihah”)
2. Sabda
Rasulullah saw,”Pada akhir zaman akan muncul seorang khalifah yang berasal dari
umatku, yang akan melimpahkan harta kekayaan selimpah-limpahnya. Dan ia sama
sekali tidak akan menghitung-hitungnya.” (HR. Muslim, Ahmad)
Lajnah ad Daimah Li al Buhuts al Ilmiyah wa al Ifta’ didalam
fatwanya no 2844 menyebutkan :
“Hadits-hadits yang menyebutkan tentang kemunculan al Mahdi
amatlah banyak yang berasal dari berbagai jalan dan telah diriwayatkan oleh
para imam hadits. Kelompk ahli ilmu telah menyebutkan bahwa hadits-hadits itu
mutawatir secara maknawi, diantara mereka adalah Abul Hasan al Aajiri, al
Alamah as Safarini didalam bukunya “Lawami’ al Anwar al Bahiyah” dan al ‘Alamah
asy Syaukani didalam risalahnya yang dinamakan “at Taudhih fii Tawaatur Ahadits
al Mahdiy wa ad Dajal wa al Masih” serta berbagai ciri-ciri yang telah masyhur
disebutkan diberbagai hadits diantaranya,”Bahwa (dia) akan memenuhi bumi dengan
keadilan dan kemakmuran setelah (bumi) dipenuhi oleh kezaliman dan
kesemena-menaan.”.
Tidak diperbolehkan bagi seorang pun yang meyakini bahwa
fulan bin fulan adalah al Mahdi hingga telah terkumpulnya berbagai ciri-cirinya
seperti yang telah dijelaskan oleh Nabi saw didalam berbagai hadits shahih dan
yang paling penting adalah,” (dia) akan memenuhi bumi dengan keadilan dan
kemakmuran…” (al Hadits)”—(Lajnah ad Daimah juz IV hal 355)
Berikut beberapa hal yang tekait dengan kemunculan al Mahdi
sebagaimana dijelaskan oleh beberapa riwayat hadits Rasulullah saw :
Ciri-ciri fizikal al Mahdi :
Didalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Said al
Khudriy mengatakan,”Aku mendengar Rasulullah saw bersabda,’al Mahdi berasal
dari umatku, berkening lebar dan berhidung mancung…” (HR. Ahmad, Abu Daud dan
Hakim. Hadits ini telah dihasankan oleh Al Banni didalam kitab “Takhrijul
Misykat”)
Tanda-tanda akan kemunculan al Mahdi, diantaranya :
1. Keringnya
sungai eufrat.
Didalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Muslim bahwa
gunung emas akan muncul dari kekeringan (terbukanya) sungai eufrat maka manusia
akan saling berbunuh-bunuhan di atasnya, dan akan terbunuhlah pada tiap-tiap
seratus sebanyak sembilan puluh sembilan.”
Maka peristiwa ini terjadi pada saat kemunculan al Mahdi
sebagaimana yang dikatakan al Hafizh Ibnu Hajar,”Dan barangkali ini merupakan
penyebabnya mengapa Imam Bukhori memasukkan hadits ini dalam kitabnya pada bab
Khurujun Naar (keluarnya api).”
2. Munculnya
Bintang Berekor
Al Barzanji menyebutkan bahwa diantara tanda yang paling
dekat sekali dengan kemunculan al Mahdi adalah terbitnya bintang berekor yang
bercahaya. Dalam sebuah riwayat yang shahih—sebagaimana yang disebutkan oleh
Ibnu Katsir dalam tafsirnya dari Ibnu Abbas—bahwa Ibnu Jarir meriwayatkan dari
Abdullah bin Abu Malikah dimana ia berkata,”Pada suatu pagi saya pergi kepada
Ibnu Abbas. Lalu ia berkata,’Semalam aku tidak bisa tidur sampai pagi.’ Aku
bertanya,’Apakah sebabnya?’ Beliau menjawab,’Karena orang-orang berkata bahwa
bintang berekor telah terbit karenanya aku merasa cemas akan kedatangan asap
yang sudah mengetuk pintu, hingga aku tidak dapat tidur sampai pagi.” (Umur
Umat Islam hal 269 – 271)
Tempat kemunculannya :
Pada dasarnya tidak ada riwayat shahih yang secara tegas
menunjukkan tentang bila dan dimana al Mahdi akan muncul. Ada tiga pendapat
tentang tempat kemunculannya :
1. Al Mahdi
akan keluar dari arah timur sebagaimana diterangkan oleh Ibnu Katsir dalam
kitabnya yang berjudul “al Fitan Wa al Malahim”.
2. Al Mahdi
akan keluar dari arah barat atau maghrib, ini pendapat Imam al Qurthubi.
3. Al Mahdi
berasal dari penduduk Madinah yang kemudian melarikan diri ke Mekah. Akan
tetapi didalam sanad hadits yang menerangkan hal ini terdapat perawi yang
dikatakan mempunyai cacat. (Umur Umat Islam hal 71 – 72)
Pembaiatannya :
Adapun tentang pembaiatannya maka telah diterangkan oleh
berbagai hadits baik yang secara impilisit maupun eksplisit menunjukkan hal
itu, diantaranya adalah :
1. Sabda
Rasulullah saw,”Seorang laki-laki akan datang ke Baitullah (ka’bah) maka
diutuslah seorang utusan (oleh penguasa) untuk mengejarnya. Dan ketika mereka
telah sampai di suatu padang pasir maka mereka terbenam ditelan bumi.” (HR.
Muslim) –al Qurthubi didalam kitab “at Tadzkiroh” mengatakan bahwa tanda-tanda
kemunculannya (al Mahdi) adalah tentara yang dibenamkan itu adalah tentara yang
keluar menuju Mekah untuk memerangi al Mahdi.”
2. Sabda
Rasulullah saw,”Akan dibaiat seorang laki-laki antara maqam Ibrahim dengan
sudut kab’bah.” (HR. ahmad)
Kemudian jika anda meminta informasi tentang sudah datangnya
Imam Mahdi dan telah dibaiat maka hanya Allah saja yang mengetahuinya.
Kemunculan imam Mahdi adalah pembatas antara tanda-tanda kecil dan tanda-tanda
besar dari kiamat. Pada umumnya tanda-tanda kecil itu sudah terjadi; seperti
diutusnya Nabi Muhammad saw, terbelahnya bulan, orang-orang bodoh menjadi
pemimpin, menyia-nyiakan amanat, penghalalan dan pelegalisasian zina,
penghalalan sutera dan minuman keras dan lainnya.
Sementara tanda-tanda besar hingga hari ini belumlah
terlihat—wallahu a’lam—seperti : kemunculan dajjal, turunnya Nabi Isa as,
keluarnya Ya’juj dan Ma’juj, terbitnya matahari dari tempat terbenam, keluarnya
binatang bumi dan lainnya.
Kerana kemunculan al Mahdi adalah antara tanda-tanda
kecil dan besar itu maka sejak zaman raja-raja islam banyak orang yang
memberikan sebutan al Mahdi kepada orang-orang tertentu diantara mereka karena
setiap mereka menyangka bahwa akhir zaman adalah zaman mereka.
Diantara kaum muslimin ada yang mengatakan bahwa al Mahdi
adalah Umar bin Abdul Aziz sebab Berjaya didalam memegang kekhilafahan dan menciptakan
masyarakat yang adil dan makmur. Atau pada masa Daulah Fathimiyah yang
menegakkan daulahnya pertama kali di sebelah barat (Maghrib) yang kemudian
dialihkan ke Mesir dan mengalami perluasannya di sana. Ada yang mengatakan
bahwa al Mahdi adalah pemimpin revolusi Sudan, atau apakah mungkin Sufi
Muhammad pemeran utama dalam penegakan hukum islam di Lembah Swat adalah al
Mahdi yang ditunggu maka kita tidak dapat memastikan kebenaran itu semua
sebelum dibuktikan oleh ciri-ciri maupun tanda-tanda tentang kemunculannya
sebagaimana diterangkan oleh hadits-hadits yang telah disebutkan diatas.
Walahu A’lam